Pemerintah Targetkan PMP Kembali Diajarkan Tahun Depan

Jakarta, beritakarimun.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menargetkan wacana menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) bisa terealisasi pada tahun depan. Saat ini tim kementerian masih mengkaji konsep baru pelajaran PMP.

Ia menjanjikan pengajaran mengenai nilai Pancasila dalam PMP yang baru akan berbeda dengan yang sebelumnya pernah diterapkan.

“Namanya kan tidak harus PMP, tidak harus PMP yang penting substansinya,” terang Muhadjir dikonfirmasi di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Ia pun mengatakan telah menggelar dua kali pelatihan atau workshop di Jakarta dan Malang, yang secara khusus merembuk wacana ini.

“Butirnya [butir-butir pancasila] bisa dikurangi bisa ditambah, kita lihat nanti lah. Yang penting bahwa penanaman nilai itu berbeda dengan transfer pengetahuan,” jelas Muhadjir.

Pemerintah Targetkan PMP Kembali Diajarkan Tahun Depan
Buku Pendidikan Moral Pancasila (Google/berita karimun)

Namun menurut dia, masih terdapat perdebatan di tengah pembahasan itu. Misalnya, mengenai perlu atau tidak ada pemisahan materi antara pendidikan kewarganegaraan dan Pancasila.

“Sementara ini masih ada perbedaan, kalau saya meminta dipisah antara PKn dengan penanaman dan pengamalan nilai-nilai pancasila, ini harus pelajaran sendiri. Terutama pada jenjang pendidikan dasar, yakni SD dan SMP,” ujarnya.

Untuk menjalankan wacana ini, Kemendikbud mengaku masih perlu menyusun payung hukum berupa peraturan pemerintah.

“Semakin cepat dilaksanakan semakin baik, ya diusahakan bisa diterapkan tahun depan. Ini masih dikaji. Karena ada PP yang mengatur, maka itu PP-nya masih dikaji,” sambung dia lagi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2018 memunculkan wacana kembali memasukkan mata pelajaran PMP untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila sejak dini di lingkungan sekolah.

 

 

 

Reporter: Hidayat Tanjung
Editor     : Codet Carladiva