Mobil Box Muatan Alkohol dan Pakaian Bekas Diamankan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Petugas Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Tanjung Balai Karimun lakukan penegahan terhadap 3 unit sarana pengangkut Alkohol dan pakaian bekas.

Kasi Penyuluhan dan Pelayanan Informasi KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, Bagus Hariadi, Rabu (16/10/2019) Sore mengatakan dua unit mobil box tersebut diamankan di kawasan simpang Teluk Lekup, Kecamatan Tebing Karimun.

“Pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019 sekitar pukul 01.50 WIB, petugas menegah 2 unit sarana pengangkut berupa mobil box dengan nomor polisi BP 8827 KY dan BP 8362 KY yang diduga membawa Barang Kena Cukai (BKC) berupa Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) Gol. A diduga eks. Impor dan pakaian bekas di simpang Teluk Lekup, Kecamatan Tebing Karimun, ” Ungkap Bagus Hariadi

Tidak hanya sampai disitu, petugas KPPBC Tanjung Balai Karimun kembali melakukan penegahan dan ditemukan 1 unit mobil box bermuatan Alkohol.

“Kemudian pada pukul 02.20 WIB, petugas kembali menegah 1 unit sarana pengangkut berupa mobil box dengan nomor polisi BP 8186 KY di Batu Lipai, Kecamatan Meral Karimun. Mobil box tersebut kedapatan membawa muatan berupa minuman mengandung Etil Alkohol (MMEA) Gol. A,” kata Bagus,

Selanjutnya petugas memerintahkan sopir untuk membawa mobil box beserta muatannya tersebut ke KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.

“Sesampainya di KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai yang disaksikan juga oleh sopir dan kernet, hasil dari pencacahan dan pemeriksaan fisik tersebut yaitu sebanyak 9.024 kaleng MMEA Golongan A merk Carlsberg, 5.136 kaleng MMEA Golongan A merk Tiger dan 50 karung Pakaian Bekas,” jelas Bagus.

Menurutnya, berdasarkan pelanggaran tersebut, diduga telah melanggar UU Pabean No. 39 Tahun 2007 dan UU Cukai No. 17 Tahun 2006. Barang-barang hasil penindakan tersebut diperkirakan mempunyai nilai kurang lebih Rp. 254.880.000,- sedangkan untuk potensi kerugian Negara yang disebabkan barang-barang hasil penindakan tersebut kurang lebih sekitar Rp. 70.092.000,-.

“Petugas telah menetapkan 2 orang tersangka dengan inisial ‘HR’ sebagai sopir dan ‘A’ sebagai pemilik mobil tersebut. Terhadap barang bukti telah ditetapkan sebagai Barang Milik Negara. Lalu atas kasus tersebut sedang dalam tahap penyidikan,” tutup Bagus.

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva