SMPN 2 Tebing Binaan Gunakan Pakaian Adat Papua di Pawai Budaya HUT Kabupaten Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Pawai Budaya menyambut HUT Kabupaten Karimun ke-20 di Coastal Area Tanjung Balai karimun, Kepulauan Riau (Kepri) terlihat sungguh meriah. Hampir 5000 peserta yang berasal dari para pelajar dan para guru mengunakan pakaian adat mengelilingi Kabupaten Karimun.

Pawai Budaya tak hanya sekedar menjadi hiburan dan tontonan warga semata, namun juga sebagai pesan dari masyarakat Kabupaten Karimun untuk bangsa ini.

Dari ribuan peserta, ada salah satu peserta yang mencuri perhatian mata masyarakat Kabupaten Karimun.

Mereka adalah peserta dari SMP Negeri 2 Tebing Binaan Karimun. Para peserta ini mengunakan pakaian adat papua barat.

Tidak hanya para siswanya yang mengunakan pakaian adat Papua namun kepala sekolah serta para guru SMP Negeri 2 Tebing Binaan Karimun juga mengunakannya.

Dari pantauan kami, tampilan mengunakan rok rumbai, aksesoris hiasan kepala berbahan ijuk, bulu burung kasuari dan juga daun sagu kering yang dilakukan pihak SMPN 2 Tebing mampu menyedot perhatian masyarakat yang menyaksikan pawai tersebut.

Baca Juga: Ribuan Siswa dan Guru Meriahkan Pawai Budaya HUT Kabupaten Karimun

“Meskipun kita ini berbeda suku, dan beragam namun kita tetap mempersatukan keberagaman itu, jadi mereka tahu saling menghargai antar keberagaman suku dan budaya,” kata Raja Hernayati yang merupakan Kepala SMP Negeri 2 Tebing Binaan Karimun kepada beritakarimun.com, Kamis (10/10/2019) siang.

Menurut Raja Hernayati, pihaknya sengaja mengenakan pakaian adat Papua dikarenakan sebagai bentuk kepedulian terhadap Papua.

“Kita tak pilih-pilih suku, semua suku kita ambil, dari aceh sabang sampai marauke. Kebetulan kita ada komunikasi yang baik dengan Wamena, mereka pernah datang ke Karimun dan ke sekolah kita. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa keadaan papua sekarang sedang bermasalah, tapi kami yakin dan percaya, dengan komunikasi yang baik, dengan menghargai memakai baju mereka ini mungkin mereka bisa terhibur hatinya ketika mereka melihat foto-foto kita,” jelas Raja Hernayati

 

 

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor      : Codet Carladiva