2 Mahasiswa Kendari Tewas, PMII Unjuk Rasa di Depan Mapolres Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Sebanyak tujuh orang mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Karimun, Kamis (3/10/2019) pagi, menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Karimun.

Ketujuh mahasiswa ini, menuntut agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan yang menewaskan dua orang mahasiswa di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulut) pada 26 September 2019.

“Kami meminta pihak kepolisian untuk dapat mengusut tuntas oknum pelaku atas tewasnya dua orang rekan kami saat aksi demo di Kendari,” kata koordinasi aksi, Hazil Eka Darma.

Aksi ke 7 mahasiswa didepan Mapolres Karimun ini mendapat perhatian dan tanggapan langsung dari Kapolres Karimun, AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto.

“Peserta aksi tadi bisa kita lihat tujuh orang, kemarin izin yang disampaikan 50 sesuai surat yang disampaikan namun yang hadir 7 orang, namun kita tetap terima kita tidak menganggap hal itu remeh kita tetap temui mereka layani mereka dengan sepenuh hati,” ujar Yos Guntur.

2 Mahasiswa Kendari Tewas, PMII Unjuk Rasa di Depan Mapolres Karimun
Kapolres Karimun, AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto temui para mahasiswa di depan Mapolres Karimun (Codet Carladiva/berita karimun)

Yos Guntur mengatakan aspirasi para mahasiswa tersebut akibat persoalan yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Yang terjadi di Sulawesi Tenggara tepatnya di Kendari yang menimpa dua mahasiswa sebagai korban penembakan dalam aksi unjuk rasa, beberapa waktu yang lalu mereka menyampaikan meminta kepada polres karimun dalam hal ini untuk memberikan dukungan kepada Supremasi atau penegakan hukum intinya diproses setegak-tegaknya setuntas-tuntanya terhadap oknum yang melakukan penembakan di kendari sulwesi tenggara.” kata Yos Guntur.

Dalam kasus yang menimpa dua mahasiswa di Kendari tersebut, kini sedang dalam pemeriksaan oleh pihak propam.

“Pihak yang berwenang dalam hal ini propam mengusut hal itu, kita tunggu bersama karena polri kita tahu bersama sudah transparan dan terbuka dalam proses penegakan hukum baik dalam internal maupun eksternal.yang jelas proses tetap berlanjut,” tegasnya.

Dia juga berharap kepada para mahasiswa yang ada di Kabupaten Karimun agar tetap peka apa yang terjadi kehidupan sosial.

“Harapan kepada mahawsiswa teruslah berjuang, mahasiswa harus peka terhadap kehidupan sosial yang ada di Kabupaten karimun, bila menemukan hal hal yang sekiranya membutuhkan suatu perhatian mari kita komunikasikan, saya siap membantu mengkomunikasikan karena saya salah satu bagian dari FKPD,” jelasnya.

Dalam pantauan beritakarimun.com, sejumlah personil Polisi Wanita (Polwan) cantik dilibatkan untuk menyambut aksi unjuk rasa para mahasiswa.

“Salah satu inovasi, kita menyambut siapapun elemen apapun menyampaikan aspirasinya dalam bentuk kegiatan unjuk rasa, kita sampaikan pesan pesan Kabtimas dalam hal ini kita tunjukan siapapun itu sehingga mereka bisa membaca bahwasanya kita menciptakan suasana yang damai,” Kapolres Yos Guntur.

 

 

 

 

Editor: Codet Carladiva