Polres Karimun Tetapkan 1 Tersangka Pembakar Lahan

Karimun, beritakarimun.com – Akibat kelalaian yang dilakukan oleh KD, Hutan seluas 12 Hektar di Tanjung Batu Kundur terbakar pada , Rabu 21 Agustus 2019 lalu. Pelaku KD kini ditetapkan tersangka oleh penyidik Polres Karimun.

Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya saat menggelar konferensi pers penanganan karhutla di depan Rupatama Mapolres Karimun, Sabtu (21/9/2019) mengatakan, pelaku melaksanakan pembakaran hutan pada Rabu, 21 Agustus 2019 lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Pelaku saat itu membersihkan lahan milik warga atas nama Atan.

“Saat itu, pelaku mencangkul rumput liar dan memotong batang kayu. Kemudian, pelaku mengambil daun pisang kering dan membakarnya di tumpukan daun kering yang sudah ditumpuk. Usai membakar, pelaku kemudian beristirahat di lokasi tak jauh dari posisi dia membakar,” ungkap Hengky.

Kata AKBP Hengky, pada saat istirahat pelaku tertidur hingga tidak sadar api tersebut membesar dan membakar lahan hingga seluas 12 hektar. Kemudian pelaku bersama saksi berusaha memadamkan api dan menyampaikan kepada anggota Polsek Kundur yang juga langsung turun memadamkan api.

“Kita memang telah menetapkan satu orang tersangka dengan inisial KD di Tanjung Batu, Kundur. Saat ini masih dalam proses penyidikan, karena yang bersangkutan dianggap lalai hingga menyebabkan kebakaran hutan yang melebar seluas 12 hektar,” ujar kapolres Hengky.

Hengky mengatakan, pelaku bakal dijerat dengan pasal 108 Undang-undang no. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Akibat kelalaian yang dilakukannya, pelaku bakal bisa terancam dengan hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 10 tahun penjara.

“Pada saat melakukan aksi pembakaran tersangka KD menjalankannya sendiri. Pembakaran hutan yang dilakukan pelaku adalah untuk membuka lahan. Selama ini, pelaku hanya dikenal sebagai pekerja serabutan, ” jelas Hengky.

Terkait antispasi karhutla di Karimun, pihaknya telah membuat 12 posko pencegahan yang terdiri dari Polri, TNI, BMKG, Tagana dan Dinas Kesehatan. Posko tersebut tersebar di Polres Karimun, Polsek Balai 1 Posko, Polsek Meral 1 Posko, Polsek Tebing 1 Posko, Polsek Moro 1 Posko, Polsek Buru 1 Posko, Polsek Kundur 5 Posko dan Polsek Kuta/kuba 1 Posko.

“Dari data Polres Karimun dan instansi terkait, telah dilakukan 10 kali pemadaman kebakaran lahan gambut di Karimun. Sementara, sosialisasi dan himbauan keliling kegiatan patroli di lokasi rawan karhutla sebanyak 381 kali. Kemudian, pemasangan spanduk dan himbauan dilaksanakan di 14 titik,” kata Hengky.

Kapolres juga menyebutkan, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Karimun mendirikan sebanyak 8 posko kesehatan. Mulai dari Polres Karimun hingga polsek di jajaran Polres. Posko tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konsultasi kesehatan apakah asap di Karimun terindikasi penyakit atau bukan.

“Kami juga telah melakukan pembagian masker sebanyak 20 kali. Pembagian masker ini juga tergabung dengan intansi lainnya di Karimun, mulai di TNI, Pemkab Karimun hingga institusi lainnya,” jelas Hengky.

Dia berharap, kejadiaan ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat lain yang ingin membuka lahan untuk pertanian, perkebunan ataupun kepentingan lain agar jangan dilakukan dengan cara dibakar.

 

 

 

Reporter : Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva