Harga Minyak Tanah di Karimun Melambung, Ini Reaksi Disperindag

Karimun, beritakarimun.com – Kelangkaan minyak tanah kembali terjadi, disejumlah kawasan yang ada di Kabupaten Karimun, sejak bulan Agustus 2019.

Kelangkaan minyak tanah, kini menjadi kebimbangan dan keresahan masyarakat yang masih setia menggunakannya hingga saat ini.

Akibat kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Karimun, para pedagang mengambil keuntungan sepihak dengan menjual harga yang sangat tinggi.

Yani Nuriani, Salah satu warga Karimun, sangat heran dan terkejut dengan adanya penjualan minyak tanah diberbagai warung dengan harga yang sangat mahal. Ia berharap pemerintah terkait segera bertindak. Karna menurutnya sangat merugikan masyarakat.

“knp d karimun ini rata rata masyarakat mnjual harga minyak tanah d atas 10 rbu…
apa itu sudah ada izinx dari pemerintah karimun…???? masalah sekarang bnyk yg ga mampu membeli dgn hrga 25000 hingga 30000 perbotol. pdhal harga mnyak dari agen dgn harga 8-9 ribu. kasiani lh sbgian masyarakat yg tdk mampu bgaimn mo mmbli mnyk tnh dgn hrga yg tggi,” tulis Yani Nuriani kepada beritakarimun.com.

Yani juga mengatakan jika ia dan warga lainnya masih sangat membutuhkan minyak tanah.

“Kami sangat mmbutuh kn mnyk tanahx,klo ya pn mo d jual jgn lh dgn hrga sgtu, Ksian lh kmi klo dgn hrga sgtu,kmi tidak mmpu mmbli,” tambah Yani.

Mendapat informasi adanya penjualan minyak tanah dengan harga fantastis, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Karimun, Muhammad Yosli angkat bicara.

Yosli mengatakan bahwa saat ini pasokan minyak tanah untuk Kabupaten Karimun memang sudah dikurangi dari 50 persen hingga sekarang hanya 10 persen.

“Biasanya kita mendapatkan sebanyak 500 an Kiloliter, namun untuk di Kabupaten Karimun dalam satu bulan jumlah minyak tanah yang bisa masuk hanya 120 KL,” kata Yosli kepada beritakarimun.com Rabu (18/9/2019)

Menurut Yosli, meski pasokan minyak tanah dikurangi, namun ia menegaskan kepada para pedagang dan agen untuk tidak menjual minyak tanah dengan harga lebih dari yang ditetapkan.

“Walaupun kuota minyak tanah kita dikurangi, namun untuk masalah harga tidak pernah berubah, masih 9000 rupiah per botol (botol mineral ukuran 1,5 liter), jadi jika ada yang menjual dengan harga yang lebih dari itu, mari laporkan ke kita, akan langsung kita tindak, kita akan koordinasi dengan aparat keamanan,” kata Yosli.

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva