Happy Five, Narkoba Yang Membuat Mental dan Prilaku Manusia Berubah-ubah

Karimun, beritakarimun.com – Tercatat, 7 tahun terakhir narkotika jenis Erimin alias Happy 5 cukup menarik dan cukup menguntungkan di dunia perbisnisan narkotika di Indonesia khusunya di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).

Tidak sedikit pula yang mengkonsumsi Happy 5 sebagai pengganti ekstasy saat di hiburan malam.

Hal tersebut dikatakan, Rolan salah satu warga Karimun, menurutnya peredaran Happy 5 sudah cukup lama di Karimun.

“Happy Five sudah lama di balai (Karimun) dari harga 40 ribu sebutir, sekarang sudah harga 90 ribu sebutir, biasanya Happy five dipakai untuk pembilas inek, saat habis dugem dan ada juga yang pakai buat siang hari,” ungkapnya kepada beritakarimun.com, Kamis (18/9/2019).

Dia mengatakan untuk mendapat pil Happy Five tidak begitu sulit, hampir disetiap tempat hiburan malam di Karimun ada yang menjajakannya.

“Banyak, hampir disetiap hiburan malam yang buka ada yang jual,” terangnya.

Apa itu Erimin atau Happy Five?

Happy Five ini biasanya digunakan sebagai obat penenang bagi penderita yang mengalami depresi ringan. Obat ini sejatinya legal jika dokter meresepkannya. Dokter sendiri menggunakan obat ini terhadap pasiennya sebagai stimulasi saraf guna membuat mereka lebih rileks dan tenang.

Di negara asal produksinya, Jepang, nama asli obat ini sebetulnya bukan Happy Five, tapi Erimin Five. Obat ini mengandung zat yang punya karakteristik hipnotik dan sedatif bernama nimetazepam. Mereka yang menggunakan obat ini biasanya akan merasa rileks, tenang, dan bahagia. Maka dari itu, orang-orang yang menyalahgunakannya kemudian memberi julukan Happy Five untuk psikotropika ini.

Konon, orang Jepang mengonsumsi obat yang sudah mulai diproduksi pada tahun 1964 ini agar mereka semakin aktif dalam bekerja.

Saat ini peredarannya sudah merambah hingga ke berbagai negara di Asia seperti Laos, Singapura, Hong Kong, dan tentunya Indonesia.

Obat ini terbilang cukup favotit dan segmen peminatnya cukup menarik.

Biasanya disukai dari kalangan anak muda, pengusa, perkantoran. Sebab, selain harganya lebih murah, barang ini juga lebih mudah didapat ketimbang ekstasi asli.

Tidak sedikit yang mengaku, alasan rata-rata karena ingin sejenak melupakan kepenatan hidup.

Memang usia remaja menuju dewasa adalah usia yang rawan terjerumus ke dalam jurang kenikmatan sesaat seperti ini. Meski tak menutup kemungkinan ragam alasan lainnya seperti sekadar coba-coba, hiburan semata, atau menjaga stamina dalam beraktivitas.

Efek buruk pengguna Happy Five

Happy Five dapat memberikan sensasi menenangkan bagi penggunanya. Akan tetapi sifatnya temporer. Sedangkan mereka yang nekat coba-coba justru abai pada akibatnya yang dapat membahayakan nyawa.

Walaupun efeknya tak semematikan pil ekstasi, namun bila pemakainya mengalami ketergantungan terhadap obat ini, ia akan mulai mengalami gejala-gejala yang sangat mengganggu. Mulai dari sulit tidur, mual-mual, muntah, serta keringat berlebih. Pada fase yang lebih parah, mental pengguna bisa ikut rusak, perilakunya dapat berubah-ubah, menurunkan kinerja otak, serta kerap berhalusinasi.

Maka, bukannya merasa bahagia alias happy, obat yang tergolong sebagai golongan dua  ini malah dapat menyebabkan ancaman yang serius pada tubuh hingga nyawa seseorang.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra Argaprayana menghimbau kepada masyarakat Karimun agar menjauhi dan tidak mengunakan narkoba. Jika kedapatan ada yang mengunakan dan mengedarkan pihak polisi akan bertindak tegas.

” Jauhi dan jangan menggunakan narkoba, apa pun jenisnya, karena kami akan tindak tegas bagi para penjual dan pengguna narkoba di Tanjung Balai Karimun ini,” kata AKP Rayendra.

 

 

 

Editor : Redaksi