Jadi Kurir Sabu 20 Kg, Cewek Cantik Ini Terancam Hukuman Mati

Nunukan, beritakarimun.com – Wanita kalem berperawakan kecil dengan rambut panjang dibawah bahu ini siapa sangka adalah kurir sabu internasional yang telah berhasil 4 kali menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara dalam jumlah besar, 20 kilogram untuk diteruskan ke Parepare, Sulawesi Selatan.

Akibat dari ulahnya, Pelaku dijerat pasal 114 Ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup, maksimal 20 tahun dan seringan-ringannya 6 tahun.

“Jangan bilang dia wanita kita kasihani, kita tidak perduli kalau dia hanya kurir. Prilakunya merusak generasi muda bangsa, jadi wajar dihukum seberat-beratnya,” tegas Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro dalam konferensi pers penangkapan tersangka, Rabu (11/9/2019).

Emi Sulastriani yang akrab dipanggil Emi adalah seorang mahasiswi semester 7 salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar, Sulawesi Selatan. Petualangannya sebagai kurir terhenti, Selasa (3/9/2019) lalu setelah disergap Sat Reskoba Polres Nunukan di rumahnya.

Sabu 20 kilogram yang tiba dari Tawau, Malaysia di kabupaten Nunukan diketahui hendak dibawa Emi ke Parepare. Diketahui ini keempat kalinya Emi membawa Sabu dari Malaysia ke kabupaten Nunukan.
Sebelumnya, perempuan muda ini berhasil memoloskan sabu untuk pertama kalinya seberat 500 gram dengan upah kurir sebesar Rp 15 juta.

Baca Juga: Simpan Sabu 20 Kg Dalam Rumah, Cewek Cantik Ini Ditangkap Polisi

Sukses menyeludupkan sabu dari Tawau menuju Nunukan hingga Parepare, Emi semakin yakin dengan profesinya. Ia kembali mengulang pekerjaan dengan membawa sabu seberat 1.000 gram (1 Kg) dengan upah Rp 20 juta.

“Karena merasa aman dan upah menggiurkan, mahasiswi ini semakin berani membawa dalam jumlah besar dengan upah semakin tinggi,” kata Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro setelah melakukan wawancara dengan tersangka.

Tingginya kebutuhan hidup sebagai mahasiswi, membuat Emi terjerumus dalam pergaulan narkoba dan semakin asik dengan pekerjaannya sebagai kurir.

Pesanan penyelundupan sabu yang ketiga, juga diterima Emi dari bandar sabu asal Parepare. Sabu diambil Emi dari perempuan bernama Asri warga Malaysia.

“Sabu seberat 1.000 gram kembali dibawanya dengan upah sekitar Rp 20 juta, Emi dalam aksi ketiganya mengambil sabu dari seseorang yang diduga orang kiriman dari Asri di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan,” kata Kapolres Teguh.

Menurut Kapolres, tiga kali lolos menyeludupkan sabu total 2,5 kilogram, Kali ini kiprah tersangka habis bersamaan sabu 20 kilogram yang Polisi tangkap pada 3 September 2019 di rumahnya.

Dihadapan Kapolres, Emi mengaku terpaksa melakukan pekerjaan kurir sabu karena harus memenuhi kebutuhan hidup sendiri sebagai anak yatim, dari penghasilan kurir itulah, wanita berusia 22 tahun ini membayar biaya kuliah dan hidupnya.

Emi mengaku tidak mengenal Asri, dia hanya menerima barang dari seseorang di daerah Balung sekitar bandar udara, Tawau, Malaysia. tersangka sangat rapi dalam tiap aksinya menyeludupkan sabu hingga tidak diketahui petugas.

“Tiga kali penyeludupan sabu ditempel dibadannya, terakhir sabu ditenteng menggunakan karung plastik dibulus kotak kardus,” terang Kapolres Teguh.

Untuk penangkapan kali ini, Kapolres meminta penyidik menyiapkan pasal terberat untuk Emi, pelaku yang berhasil penyeludupkan sabu berulang-ulang layak diberikan hukuman berat sebagai konsekuensi hukum yang diterimanya.

 

 

 

 

 

Editor : Codet Carladiva