JKKD Pontian Malaysia Tanggapi Permintaan Bupati Karimun Soal Nelayan

Karimun, beritakarimun.com – Melihat letak Kabupaten Karimun yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, membuat Bupati Karimun meminta toleransi kepada Pemerintah Malaysia terhadap Nelayan Indonesia yang tak sengaja masuk dan melanggar batas wilayah Negara Malaysia.

“Sebagai pemerintah daerah Kabupaten Karimun, kita berharap kepada pemerintah Malaysia dapat memberikan toleransi kepada para nelayan kita yang benar-benar tidak sengaja melanggar batas wilayah negara Malaysia, “Ungkap Bupati Karimun Dr. Aunur Rafiq saat menerima kunjungan dari rombongan Jawatan Kuasa Keselamatan Daerah (JKKD) Pontian Malaysia, di Gedung Putih Komplek Perkantoran Pemkab Karimun, Rabu (11/9/2019).

Kata Rafiq, di wilayah Kabupaten Karimun didominasi dengan nelayan tradisional yang tidak difasilitasi dengan Global Positioning System (GPS) yang merupakan sistem navigasi dengan menggunakan bantuan satelit untuk mengetahui posisi seseorang dimanapun keberadaannya.

“Kami juga sampaikan apabila ada nelayan kita yang hanyut, yang masuk ke kawasan negara Malaysia, jangan lah langsung serta merta di tangkap, tapi mungkin disuruh kembali, digiring keluar Malaysia,”ujar Bupati Rafiq.

Baca Juga: Pemkab Karimun dan JKKD Pontian Malaysia Bertemu Bahas Persoalan Nelayan dan Narkoba

Sementara itu, Haji Zulkifli bin Haji Mohd. Tahir yang merupakan Pegawai Daerah Pontian Malaysia juga menanggapi dengan sangat baik permintaan yang diajukan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada pihaknya.

“Untuk para nelayan Kabupaten Karimun yang tidak sengaja melewati batas negara saat mencari ikan, kami dapat maklumi. Akan kami giring untuk ke luar wilayah kami,” Ungkap Tuan Haji Zulkifli bin Haji Mohd. Tahir

Namun, kata Zulkifli ada dua perkara yang memang tidak bisa dimaklumi jika dilanggar nantinya.

“Ada dua perkara yang memang tidak akan kita kompromi, yakni penyamaran sebagai nelayan untuk menyelundup narkoba dan menyelundup TKI, dan menyamar sebagai nelayan masuk ke negara jiran tanpa dokumen yang sah, itu memang dah sepakat tak akan kita kompromi, kite akan biarkan undang-undang yang berlaku untuk mereka diadili,” ujar Zulkifli.

Zulkifli juga mengatakan, selain mempererat tali silaturahmi, tujuan dari pihaknya datang ke Kabupaten Karimun juga untuk mencari solusi tentang permasalahan yang muncul antara Kabupaten Karimun Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negaranya.

“Tujuan kite datang lebih kepada untuk kite melihat, bagaimana isu dan permasalahan yang ade bise kite bincangkan secara harmonis, sehingga kite same same mendapatkan solusi yang sangat baik,” tutup Zulkifli.

 

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva