Antisipasi Kemarau, Kabupaten Karimun Dapat Bantuan Dari Kementerian PUPR

Karimun, beritakarimun.com – Dalam rangka membantu masyarakat Kabupaten Karimun untuk penanggulangan bencana kekeringan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Provinsi Kepri meminjam pakaikan beberapa sarana kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten karimun yang diterima langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Alat-alat yang dipinjam Pakaikan yakni 1 unit mobil tanki air kapasitas 4000 Liter, 5 unit Hidran umum kapasitas 2000 Liter, 5unit pondasi Hidran umum kapasitas 2000 Liter, 1 unit WC Portable, dan 1 unit septictank kapasitas 2 m3.

Penyerahan pinjam pakai barang milik Negara ini merupakan salah satu langkah kongkrit pemerintah Kabupaten Karimun bersama Balai Prasarana pemukiman wilayah kementerian pekerjaan umum dalam memenuhi kewajiban untuk pemenuhan hak-hak dasar manusia khusus nya air minum.

“Berdasarkan data yang ada, cakupan pelayanan sistem penyediaan air minum (spam) di Kabupaten Karimun hanya 22% dari jumlah penduduk, hal inilah yang memotivasi pemerintah untuk terus memfasilitasi pembangunan dan pengembangan sistem penyediaan air minum agar dapat menurunkan separuh proporsi penduduk yang belum terlayani fasilitas air minum khusus nya bagi masyarakat dengan tingkat pelayanan spam terendah melalui sumber anggaran APBD Kabupaten Karimun Maupun sumber dana kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat,” ungkap Bupati Karimun Dr Aunur Rafiq.

Bupati Rafiq mengatakan, pihaknya menyadari bahwa fasilitas pembangunan dan pengembangan sistem penyediaan air minum (spam) di Kabupaten Karimun banyak kendala, sehingga penyelenggaraan nya belum dapat berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan karna keterbatasan, prasarana, sarana dan SDM serta metode yang belum implementatif dan efisien.

“Berdasarkan catatan hasil evaluasi kinerja pada PDAM Tirta Karimun yang dilakukan tiga tahun terakhir, dari awalnya menyandang predikat sakit, saat ini terus mengalami perbaikan kinerja menjadi kurang sehat, dan pada tahun 2018 berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Kepri, PDAM Tirta Karimun telah dinyatakan menjadi sehat. Hal ini belum memiliki arti apa-apa bila dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan dan pengembangan sistem penyediaan air minum di Kabupaten Karimun yang sesungguhnya,” Jelas Rafiq.

Menurut Rafiq, permasalahan besar yang dihadapi saat ini adalah mengatasi tingkat kehilangan air yang diproduksi untuk didistribusikan ke pelanggan telah mencapai angka 30 persen yang disebabkan kondisi jaringan pipa distribusi tersier dan sambungan rumah yang rata-rata sudah berumur tua.

“Ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah Kabupaten Karimun agar tingkat kehilangan air di PDAM Tirta Karimun dapat mencapai standar yang telah ditetapkan pemerintah yaitu maksimal sebesar 20 persen, oleh karnanya saya berharap keberlanjutan program pembangunan dan pengembangan prasarana air minum yang digagas kementerian PUPR melalui Balai Prasarana dan Pemukim Wilayah provinsi kepri selaku aktor utama pelaksanaan program didaerah dapat terus berkesinambungan sehingga pemenuhan kebutuhan air di Kabupaten Karimun dapat terwujud dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan disamping untuk memenuhi tugas dan fungsi nya sebagai fasilitator pembangunan air minum di daerah,” Ujar Rafiq.

Sebagai pemerintah Kabupaten Karimun, Rafiq sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas kerjasama dan koordinasi yang telah dilakukan selama ini sehingga serah terima pinjam pakai barang milik Negara dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kepada pemerintah Kabupaten Karimun dapat dilaksanakan.

“Semoga momentum ini menjadi salah satu langkah dalam menyelesaikan permasalahan terkait pembangunan dan pengembangan air bersih dalam memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat Kabupaten Karimun. Selanjutnya untuk bagaimana cara penggunaan dan pendistribusian nya nanti, akan kita rapatkan bersama pihak PDAM Tirta terlebih dahulu, namun untuk mobil tanki air akan kita pergunakan untuk di daerah Kundur karena mudah dalam olah geraknya,” kata Rafiq.

Sementara itu, Albert Reinaldo yang merupakan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Kepri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, untuk kedepan pihaknya akan berupaya memberikan sesuai jumlah yang dibutuhkan. Namun untuk pinjam pakai pihaknya hanya memberi waktu peminjaman selama 6 bulan, namun jika memang masih sangat dibutuhkan, nantinya bisa diperpanjang.

“Tujuan kita membantu masyarakat Kabupaten Karimun untuk penanggulangan bencana kekeringan pada musim kemarau, kita pinjam Pakaikan kepada pemerintah Kabupaten Karimun agar dapat dimanfaatkan. Untuk tahun ini kita hanya bisa memberikan pinjam pakai sebanyak 1 unit mobil tanki air, namun untuk ke depan kita akan berupaya untuk mengabulkan permintaan Bupati Karimun yang membutuhkan 3 unit mobil tanki air untuk penanggulangan bencana kekeringan, ” tutup Albert.

 

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva