Kabupaten Karimun Terima 1 M dari Kementerian PUPR

Karimun, beritakarimun.com – Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral Kabupaten Karimun terpilih dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Provinsi Kepri, dana pelaksanaan tersebut diserahkan di Hotel Balai City, (2/9/2019) Siang.

Program Kementerian PUPR terkait peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan perkotaan yang sedang dilaksanakan adalah Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), salah satunya merupakan Program Kotaku

Program ini dibuat untuk mendukung gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak dengan sasaran kawasan permukiman kumuh seluas 23.000 hektar. Melalui gerakan ini, kawasan kumuh yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia akan dihilangkangkan dengan implementasi program sejak 2016 hingga 2020.

Semua infrastruktur yang terbangun harus berkualitas baik sesuai standar teknis, berfungsi, dan terpelihara, dan mengubah wajah permukiman. Kelurahan Baran Barat mendapatkan bantuan dana senilai 1 Miliar dari Kementerian PUPR untuk jadikan sebagai Kotaku.

“Ini merupakan penyerahan bantuan dana dari program KOTAKU yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Kota tanpa kumuh merupakan masalah sosial kita bersama yang identik dengan kemiskinan, dimana kota kumuh itu kota yang tidak secara teratur membangun perumahan maupun lingkungan yang asli dan memiliki sanitasi yang baik dan benar, contohnya kalau hujan akan banjir, sarana dan prasarana jalan pun tidak teratur, ” Ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun Dr Muhammad Firmansyah kepada beritakarimun.com.

Untuk mengatasi hal tersebut, menurut Firman, pemerintah dan masyarakat harus menjalankan perannya masing-masing sehingga dapat berjalan dengan baik.

“Salah satu tugas pemerintah dan masyarakat, dimana pemerintah harus memiliki regulasi, kebijakan-kebijakan yang tegas dalam mengatur tata ruang untuk pembangunan, seperti IMB itu tujuannya sebenarnya bukan PAD , tapi bagaimana masyarakat memiliki keteraturan dalam membangun , memiliki tata ruang yang baik, membuat rencana tata ruang yang detail pemukiman tertentu, itu tugas pemerintah, sedangkan masyarakat harus memiliki kesadaran, partisipasi dan tidak egois dalam membangun dan menata tanah yang dimiliki dalam suatu kawasan pemukiman masyarakat,” jelas Firman

Firman juga mengatakan, untuk membuat suatu wilayah menjadi tidak kumuh pihaknya memiliki beberapa langkah untuk mengatasinya.

“Langkah yang sudah dilakukan seperti yang sudah kumuh kita atasi, irigasi yang kita benarkan, kesehatannya, tata ruangnya dibenarkan, sedangkan yang belum terjadi harus dicegah supaya tidak terjadi pemukiman kumuh. Yang menjadi permasalahan dan kelemahan kita banyak masyarakat di daerah tertentu mendirikan bagunan tanpa ada surat izin mendirikan bangunan. Makanya ke depan pemerintah memiliki tugas terhadap regulasi dan kebijakannya dan harus tegas, konsekuen dalam menerapkan itu , masyarakat berperan harus sadar dan berpartisipasi tidak sembarangan membangun dengan tanah yang dimiliki, ” Ujar Firman

Sementara, Febrizal yang merupakan Lurah Baran Barat mengatakan, Berubah menjadi lebih baik memang selalu menjadi acuan pelaksanaan Program Kotaku, utamanya pada 2019 ini. Reformasi dilakukan demi menyempurnakan langkah terkini penanganan dan pencegahan kumuh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Tanah Air.

“Kita akan berbenah, Kegiatan yang akan dilakukan sesuai dengan usulan RT RW setempat, kita fokuskan kepada drainase sama Semenisasi. Karena Drainase merupakan bagian penting dalam penataan sistem penyediaan air di bidang pertanian maupun tata ruang. Dalam tata ruang, drainase berperan penting untuk mengatur pasokan air demi pencegahan banjir, sementara untuk Semenisasi jalan juga sangat penting untuk hindari bahaya kecelakaan, ada beberapa wilayah yang akan kita olah, yakni di daerah Gang Awang Noor, Wonosari, Bukit Dang Merdu, semoga dapat terlaksana dengan baik, ” tutup Febrizal.

 

 

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva