Hati-hati Kejahatan Hipnotis Mengintai Warga Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Belum tuntas kasus kejahatan ‘Jambret’ yang meresahkan masyarakat Kabupaten Karimun, kini muncul tindak pidana penipuan dengan modus hipnotis di berbagai lokasi dalam sepekan terakhir.

Kejahatan tersebut terjadi pada tanggal 17 Agustus 2019, yang bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, di lokasi ruko Pasar Bukit Tembak, Kecamatan Meral.

” Korbannya ibu penjual sayur dihipnotis, kejadiannya berawal dari 3 orang yang menggunakan mobil avanza berwarna putih yang diantaranya seorang supir dan 2 orang wanita, 2 orang wanita itu turun berpura-pura hendak berbelanja, namun setelah kedua orang wanita tersebut pergi, ibu penjual sayur itu baru sadar bahwa tasnya berisi uang sekitar 2 jutaan sudah raib, tak hanya itu, uang receh yang ada juga hilang,” kata seorang warga Teluk Air yang sering disapa Kak Sam kepada beritakarimun.com, Kamis (22/8/2019) siang.

Tak hanya itu, Sam juga mengatakan bahwa kejadian yang sama juga terjadi terhadap ayahnya yang juga dihipnotis, saat hendak pergi ke Masjid untuk melaksanakan sholat Jum’at.

“Sebelum lebaran haji, ayah saya yang berusia 70 an juga dihipnotis oleh seorang pria yang menggunakan mobil Agya. Awalnya ayah saya yang tinggal di Sungai Pasir mau melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Nurul Islam Kampung Baru Meral dengan berjalan kaki, tiba-tiba ada seorang pria yang menawarkan tumpangan ke Masjid. Disaat ayah saya masuk ke mobil, pria itu menepuk bahu ayah saya, kemudian setelah sampai ke Masjid dan melihat isi dompetnya, uang yang ayah saya bawa sekitar 350 ribu raib. Uang tersebut rencananya untuk membeli ikan di warung,” ungkap Sam.

Sam berharap, para pelaku kejahatan dengan modus Hipnotis dapat ditangkap oleh pihak kepolisian Tanjung Balai Karimun.

 

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva