Demi Upah Rp 200 juta, Pria Asal Tembilahan Rela Bawa Sabu dari Malaysia

Karimun, beritakarimun.com – Demi Upah Rp 200 juta, PI (31th) pria asal Tembilahan rela menghancurkan bangsanya dengan menyelundupkan sabu sebanyak 21 kilogram dari Malaysia ke Indonesia.

Pelaku PI, Bukan malah menjaga dan melindungi bangsa sendiri dari kehancuran, PI malah nekat melakukan penyelundupan narkotika jenis Sabu puluhan kilogram demi uang ratusan juta yang akan diterimanya jika berhasil menyelundupkan kembali barang haram tersebut ke kampung halamannya Tembilahan Indra Giri Hilir, Riau

“Menurut Pengakuan PI, barang tersebut dibawa dari malaysia menuju Tembilahan, pelaku mengakui dibayar upah sebesar Rp. 200 juta apabila berhasil menghantarkan barang tersebut,” ungkap Danlantamal IV Laksma TNI Arsyad Abdullah, saat melakukan konferensi pers di Mako Lanal TBK, Senin (15/7) sore

Kata Arsyad, pelaku diketahui sudah melakukan penyeludupan narkotika sebanyak dua kali hingga akhirnya di tangkap oleh tim F1QR Lanal TBK.

Baca Juga: Penyeludupan 21 Kg Sabu dari Malaysia Digagalkan Tim Patroli F1QR Lanal TBK

“Dari keterangannya dia (PI) sudah dua kali menyeludupkan narkotika, dan ini adalah ketiga kalinya hingga berhasil diamankan tim F1QR,” ujar Arsyad.

Saat dilakukan penegahan, tersangka sempat mengaku sebagai seorang nelayan. Namun petugas terus melakukan pemeriksaan hingga ditemukan sebanyak 21 bungkus teh cina yang diduga narkotika jenis sabu.

“Setelah dilakukan pengejaran dan berhasil diamankan sekitar pukul 07.00 WIB. Petugas kita memeriksa kapal dan Tekong, dia beralasan mencari ikan dengan menunjukan peralatan pancing. Kemudian, petugas melakukan penggeledahan atas material yang ada dan ditemukan sabu-sabu seberat 21 bungkus,” jelas Arsyad

PI berhasil diringkus oleh tim F1QR Lanal TBK ketika mengawaki Speedboat tanpa nama bermesin 40 PK seorang diri ketika melewati wilayah Perairan Karimun Anak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu 13 Juli 2019 pukul 07.00 WIB.

 

 

 

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva