Cegah Malaria berkembang Biak, KKP Karimun Mengajak Membasmi Sarang Nyamuk

Karimun,beritakarimun.com – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjung Balai Karimun melakukan upaya pencegahan terhadap perkembangan Migrasi Malaria agar tidak masuk ke wilayah Kabupaten Karimun.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Balai Karimun Bachtian Agus Wijaya mengatakan, upaya pembasmian malaria dilakukan dengan membersihkan tempat-tempat yang bisa memicu perkembang biak nyamuk dewasa seperi Anopheles (merupakan “vektor”) yang dapat menularkan malaria secara alami.

“Nyamuk tersebut jika sudah dewasa maka akan berpotensi besar menularkan penyakit malaria. Maka upaya pencegahannya dapat kita lakukan dengan membersihkan lingkungan, kita juga bisa melakukan survei nyamuk dewasa itu sendiri,” ujar Bachtian kepada beritakarimun.com usai menggelar Sosialisasi Surveilans Migrasi Malaria, Kamis (23/5/2019).

Bachtian menyebutkan, kawasan yang dijadikan objek pembasmian nyamuk-nyamuk tersebut diantaranya Kecamatan Meral, Moro, Tanjung Batu, Parit Rampak, dan Karimun termasuk kawasan Pelabuhan Domestik.

“kita harus menetralisir supaya daerah tersebut lingkungannya baik, tidak menjadi sarang nyamuk anopheles yang merupakan salah satu jenis nyamuk penyebar malaria. Dengan begitu memutus mata rantainya agar tidak menjadi nyamuk dewasa,” katanya.

Upaya pembasmian nyamuk tersebut, merupakan Program Eliminasi nyamuk malaria tahun 2020 yang dilakukan KKP Karimun bekerja sama dengan dinas kesehatan Kabupaten Karimun.

“Mereka melaksanakan Radikasi dan kita pembasmian nya. Fogging misalnya, kemudian pembersihan sarang nyamuk setiap tiga bulan, meneliti tempat perlindungan nyamuk, jika indikasi unfit tidak mengandung virus malaria. Tetapi, jika indikasinya fit maka itu bisa menularkan malaria dan harus cegah perkembangnnya,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, dalam kaitan upaya pencegahan perkembangbiakan nyamuk Kabupaten Karimun pernah meraih sebagai Kawasan Sertifikasi Eleminasi Malaria pada 2016 lalu tanpa adanya indikasi penderita malaria.

“Adapun Indikator perolehan itu yakni kasus Malaria sudah dibawah 1 % serta Flet dibawah lima, dan tidak ditemukan indikasi penderita selama tiga tahun,” ucapnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva