Inilah Pesan Keluarga Akilah Untuk Lion Air

Karimun,beritakarimun.com – Pihak keluarga sangat menyesalkan pelayanan yang diberikan oleh maskapai Lion Air terhadap pengangkutan jenazah Akilah (9thn) yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Hang Nadim, Batam. Selasa (14/4/2019) lalu.

Jufry bersama jenazah putrinya itu di jadwalkan berangkat pukul 12.40 Wib menuju Bandara udara Hang Nadim Batam. Namun, saat tiba di Batam Jufry mendapati informasi bahwa jenazah anaknya itu tidak berada pada penerbangan yang sama dengannya.

“Sebagai orang tuanya tentu kita panik. Berangkat sama, tiket pesawatnya juga sama. Tiba-tiba saat tiba di Batam jenazah anak saya tidak ada,” kata Jufry saat ditemui dirumahnya, Rabu (15/5) malam.

Baca Juga: Jenazah Akila Asal Tanjung Balai Karimun Yang Tak Diangkut Lion Air Menjadi Viral di Sosial Media

Peristiwa ini pun lantas menjadi viral di media sosial. Meski telah membayar biaya pengangkutan jenazah Sebasar Rp. 10.500.000 namun pihak keluarga memperoleh kondisi jenazah anak tersebut tidak tiba sesuai waktu yang tertera dalam tiket keberangkatan.

Baca Juga: Peristiwa Tertinggalnya Jenazah Akilah, Maskapai Lion Air Beri Klarifikasi

“Sebelumnya tidak ada kita terima konfirmasi atau pemberitahuan jenazah anak saya itu akan pindah maskapai atau apalah itu,” katanya lagi.

Sementara jenazah Akilah baru dapat tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, sekira pukul 18.00 Wib dengan maskapai penerbangan Batik Air.

Atas keterlambatan itu, pihak keluarga terpaksa mengangkut jenazah tersebut menggunakan boat Pancung dari Batam menuju rumah duka yang berada di Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun.

“Bayangkan malam bagaimana gelombang ditengah laut. Penerangan tidak ada. Belum lagi saya bawa anak kecil juga, itu sekitar pukul 19.45 Wib kita baru dapat berangkat dari Batam menuju Karimun,” ungkap Jufry.

Jufry berharap, insiden itu tidak akan terulang kembali terhadap penumpang yang akan menggunakan maskapai Lion Air.

“Kita berharap kejadian ini cukup saya aja yang mengalami,” ujarnya dengan nada sedih dan duka.

 

 

 

 

 

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva