Cegah Virus Cacar Monyet, KKP Karimun Antisipatif di Pelabuhan Internasional

Karimun,beritakarimun.com – Virus Monkeypox atau cacar monyet menjadi perhatian Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Tanjung Balai Karimun untuk mendekteksi penyebaran nya di Karimun.

Langkah antisipasi dilakukan dengan memasang alat thermal detektor untuk mendeteksi suhu tubuh bagi penumpang yang baru tiba dari Singapura di Pelabuhan Internasional, Senin (13/5/2019).

Kepala Kantor Karantina Kesehatan Tanjung Balai Karimun, Bakhtiar Agus Wijaya mengatakan, dari pendeteksian itu sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi penderita virus cacar monyet tersebut di Karimun.

“Meski tidak kita temukan adanya penumpang yang terjangkit virus tersebut, kita tetap bersiaga dan terus memeriksa setiap penumpang,” ungkapnya.

Adapun ciri-ciri terjangkit virus cacar monyet tersebut diantaranya mengalami gejala demam, sakit kepala, nyeri-nyeri otot, dan mengalami kelenjar getah bening.

“Untuk masa inkubasinya atau gejala penyakitnya mulai kelihatan 5-20 hari setelah terinfeksi virus cacar monyet tersebut dan apabila terinfeksi maka akan dilakukan penanganan khusus di rumah sakit,” ungkap dokter KKP Karimun Famelia.

Untuk penyembuhannya, 2-3 minggu dengan daya tahan tubuh yang kuat, namun bisa berakibat fatal apabila daya tahan tubuh dari penderita lemah sehingga virus tersebut dengan sangat mudah masuk dan bisa menyebabkan gagal ginjal hingga berdampak pada kematian.

“Kalau cacar monyet ini ada obatnya, dimana untuk penyembuhannya 2-3 minggu dengan daya tahan tubuh kuat. Namun akan berakibat fatal jika daya tahan tubuh lemah dan itu biasanya terjadi pada anak-anak kecil karena mereka lebih rentan. Alhamdulillah sejauh ini pemeriksaan masih normal,” tuturnya.

 

 

 

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva