Kekerasan Anak di Kepulauan Riau Masih Tinggi

beritakarimun, beritakarimun.com – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Kepulauan Riau masih tinggi.

“Pada tahun 2018 lalu, terdapat sekitar 227 kasus kekerasan anak. Artinya bahwa Provinsi Kepri belum terbebas dari pada kekerasan terhadap anak, ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Kepri, Misni Minggu (10/3) pagi di Karimun.

Salah satu upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah dengan membentuk Aktivis Hingga ke tingkat Desa dan Kelurahan agar dapat mendeteksi kasus kekerasan yang terjadi kepada anak.

“Untuk saat ini aktivis cukup efektif mendeteksi itu karena mereka berada pada grace road dan mereka lebih mengetahui kejadian-kejadian kekerasan terhadap anak di masyarakat,”ucap dia.

Misni menyebut, untuk tahun 2019 kasus kekerasan terhadap anak terhitung mencapai belasan kasus yang tercatat dalam sistem pelaporan.

“Untuk pelaporan kekerasan anak kita dari Kabupaten Kota berbasis sistem. Jadi jika ketika memang ada kasus kekerasan yang belum selesai maka Kabupaten Kota belum akan meng-entry,” jelasnya.

Sementara Fasilitator aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBN) Yusrina Susanti menuturkan, pendeteksian itu dilakukan dengan menggalakan sosialisasi pada kelompok-kelompok tertentu.

“Kita selalu sosialisasikan bahwa memang anak-anak ini perlu di lindungi, karena banyak bahaya di luar itu yang mengincar mereka baik secara sistematis ataupun tidak seperti narkoba, LGBT. pencabulan, dan pelakuan yang tidak serta banyak lagi,” katanya.

 

 

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva