Penertiban PICE-BT Pengaruhi Importasi dan Penerimaan Negara

Batam,beritakarimun.com – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani menyebut penertiban terhadap kegiatan Impor, Cukai, dan Ekpor beresiko tinggi (PICE-BT) mampu memberikan kepastian suhu ekonomi secara nasional.

Hasil capaian terhadap PICE-BT, berkontribusi terhadap Importasi dan penerimaan negara. Terdapat penurunan Entitas Importir beresiko tinggi sebesar 46 %, kenaikan tax base sebesar 62 %, dan peningkatan jumlah akumulasi bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor sebesar 47 %.

“Selain itu, terdapat perbaikan lingkungan strategi antara lain kepatuhan importir, perbaikan kualitas data, perdagangan yang sehat dan efisien dan momentum pertumbuhan industri nasional,” Ujar Sri Mulyani dalam kunjungan nya di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1/2019).

Pencapaian ini menurutnya, tidak terlepas dari langkah sinergitas yang dilakukan Bea Cukai bersama TNI-Polri untuk meminimalisir upaya penyeludupan di wilayah Perairan Indonesia.

“Dalam konteks ini, Sinergitas yang terjalin telah memberikan dampak positif terhadap kepatuhan importir, kenaikan tax base, penerimaan perpajakan dan pabean naik 42 %,” ujar mantan salah satu direktur pelaksana bank dunia itu.

Menurutnya, meski kebutuhan terhadap bahan-bahan pokok terbilang nyata, hal ini menjadi tantangan baru untuk memenuhi hal tersebut tanpa bergantung pada kegiatan penyeludupan secara ilegal.

“Ini yang menjadi salah satu tantangan kita kedepan. Kita diskusikan bersama Menko Maritim, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Menhub agar bagaimana kita bisa melakukan penambahan jumlah untuk memenuhi ini. Sehingga tidak menimbulkan kejahatan ekonomi,” ungkapnya.

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva