Kompak, Kakak Beradik Terlibat Pencurian Satelit Radio Senilai 800 Juta

Karimun,beritakarimun.com – Dua kakak beradik yakni IC dan DS melakukan aksi pencurian Radio Satelit di PT. China Communication Construction Indonesia, Sungai Raya, Meral, Sabtu (5/1/2019) lalu.

Dalam kasus ini, DS sang adik kandung bertindak sebagai otak pelaku pencurian, sedangkan IC membantu saat mengangkut barang hasil curian tersebut menggunakan sepeda motor.

Saat diamankan DS berupaya kabur menuju kota Batam. Sedangkan IC lebih dulu di tangkap saat berada di Kawasan Costal Area, Kabupaten Karimun.

“Hari Rabu (9/1/2019) sekira pukul 17.00 WIB, unit Reskrim Polsek Meral mendapatkan informasi keberadaan pelaku. Dimana pada saat itu IC (pelaku) sedang duduk di kedai orang tuanya di simpang Tugu MTQ di Coastal Area, sedangkan DS di tangkap saat berada di Pelabuhan Domestik Karimun,” ujar Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya dalam keterangan pers nya, Jum’at (11/1/2019).

Kompak, Kakak Beradik Terlibat Pencurian Satelit Radio Senilai 800 Juta
Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya didampingi Kasatreskrim AKP Lulik Febyantara dan Kapolsek Meral Kota Hadi Sucipto menggelar Konferensi pers (Codet Carladiva/berita karimun)

Hengky menjelaskan, pelaku pernah bekerja sebagai driver di Perusahaan tersebut. Sehingga dapat dengan mudah masuk ke dalam perusahaan itu.

“Modusnya DS pernah bekerja di PT tersebut sebagai driver, sehingga mereka dapat dengan mudah masuk ke lokasi menggunakan kunci yang diperkirakan telah di duplikatkan,” ungkapnya.

Kedua pelaku, kata Hengky, juga pernah terlibat dalam kasus pencurian dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur dan termasuk dalam penanganan Kepolisian Sektor Meral.

“Yang bersangkutan tersangka ini pernah melakukan pencurian pada tahun 2016. Kemudian DS pernah tersandung kasus persetubuhan anak,” katanya lagi.

Dari keduanya, polisi menyita barang bukti diantaranya 4 unit Laptop berbagai merk, 1 unit HP Iphone 5 warna putih, 3 buah Flasdisk dengan merk Pisen, Logitech dan Bank serta 2 buah tas Laptop warna hitam. Total kerugian yang dialami perusahaan tersebut mencapai Rp. 871.000.000

 

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Violla Putri