Staff dan Kepala PDAM Tirta Tanjung Batu Resmi Ditahan Kejaksaan

Karimun,beritakarimun.com – Dua tersangka dugaan korupsi Penyalahgunaan Anggaran Operasional bahan bakar PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu akhirnya dilakukan penahanan.

Mereka adalah Zulkarnaen Kepala PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu dan Novi Erwin yang merupakan staf produksi. Saat ini keduanya telah di titipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Tanjung Balai Karimun.

“Hari ini kita tetapkan sebagai tersangka, kemudian dilakukan penahanan. Untuk saat ini kita lakukan penahanan selama 20 hari,” ujar Kasubsi Pidum Pidsus Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjung Batu Dedi Simatupang saat ditemui di Rutan Karimun, Kamis (3/1/2019) sore.

Dedi menuturkan, sebelum menetapkan tersangka penyidik telah memeriksa 34 orang saksi untuk di mintai keterangan termasuk diantaranya internal PDAM, Kios penyedia solar, dan steakholder Pemda Karimun.

Baca Juga: Cabjari Tanjung Batu Tetapkan Dua Oknum Pegawai PDAM Jadi Tersangka

“Adapun barang bukti yang kita amankan adalah Laporan pertanggungjawaban, nota yang dipalsukan, dan berupa surat-surat yang diduga palsu atau di Manipulasi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil audit perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kepulauan Riau beberapa waktu lalu, kerugian negara yang di timbulkan senilai Rp. 348 juta.

“Hasil Audit BPK nilai nya mencapai Rp. 348 juta,” kata Dedi.

Dalam kasus ini, di dapati fakta penyidikan bahwa staf produksi tersebut diperintahkan oleh kepala PDAM Tirta Karimun cabang Tanjung Batu untuk melakukan pembelian solar yang seharusnya menjadi tanggungjawab bendahara.

“Staff produksi dia yang melakukan. Baik dari belanja, menggunakan, hingga membuat LPJ dan semua itu atas pengetahuan kepala cabang, dan situ terdapat selisih kerugian negara, baik dari keuntungan yang di dapat dari penyedia maupun manipulasi nota tersebut,” Katanya.

Atas kasus ini, kedua nya terjerat pasal 2 dan 3 Undang-undang Tipidkor dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara.

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva