Penerbitan Paspor Tahun 2018 di Tanjung Balai Karimun Meningkat

Karimun,beritakarimun.com – Kantor Imigrasi kelas II Tanjung Balai Karimun mencatat, terjadi kenaikan yang signifikan dalam penerbitan paspor sepanjang tahun 2018.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun Darmunansyah memaparkan, penerbitan Paspor pada tahun 2017 sebanyak 14.873, sedangkan di tahun 2018 terhitung dari 1 Januari hingga 30 Desember 2018 sebanyak 16.042.

Sedangkan, jumlah penundaan penertiban paspor yang diduga sebagai TKI Non Prosedural sebanyak 352 orang. Kemudian jumlah penolakan keberangkatan WNI yang diduga TKI non prosedural sebanyak 65 orang. Lalu untuk penolakan kedatangan WNA di Tempat Pemeriksaan Imigrasi sebanyak 101 orang.

“Jumlah Perlintasan di tempat Pemeriksaan Imigrasi Tanjung Balai Karimun untuk kedatangan WNA sebanyak 85.892 orang, keberangkatan WNA sebanyak 85.236 orang. Dan untuk kedatangan WNI sebanyak 235.392 orang, keberangkatan WNI sebanyak 242.696 orang,” ujar Darmunansyah saat menggelar Konferensi pers di Kantor Imigrasi Karimun, Senin (31/12/2018).

Tercatat, negara terbanyak yang datang ke Indonesia maupun yang berangkat dari Indonesia ada lima negara yakni, Malaysia, Singapura, India, Thailand dan China.

Sementara untuk jumlah Izin Tinggal Kunjungan (ITK) sebanyak 16 orang, Izin Tinggal Terbatas(ITAS) Baru sebanyak 308 orang, ITAS Perairan Baru sebanyak 710 orang, ITAS Perpanjangan 47 orang, ITAS Perairan Perpanjangan sebanyak 770 orang dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) baru dan perpanjangan sebanyak 1 orang.

“Dimana kita menertibkan untuk ITK negera terbanyak yakni Malaysia, China dan India dengan gender laki-laki 16 orang perempuan nihil. Untuk penerbitan ITAS yakni China, Italia, Thailand, Malaysia, India dan Singapura dimana laki-laki 343 orang dan perempuan 12 orang,” Paparnya.

Selain itu, Penerbitan ITAS Perairan terdapat lima negara terbanyak yakni Thailand, China, Malaysia, Italia dan India dimana laki-laki 1478 orang perempuan 2 orang. Dan penerbitan ITAP untuk negara Singapura sebanyak 1 orang perempuan saja.

Sementara untuk jumlah tindakan keimigrasian sepanjang 2018 sebanyak 23 orang laki-laki, karena telah melanggar pasal 75 UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian lalu 23 orang tersebut sudah dideportasi. Sedangkan untuk Penyidikan terdapat 1 orang.

 

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva