Soal Pelanggaran Pemilu, Caleg Cantik Beri Kesaksian di Persidangan

Karimun,beritakarimun.com – Calon Legislatif (Caleg) Provinsi Kepri dapil Karimun yang menjadi Terdakwa Pelanggaran pemilu Indri Ceria Agustin memberi kesaksian di persidangan pengadilan negeri Karimun, Jum’at (21/12/2018) sore.

Dalam kesaksiannya, Ia menyatakan tidak pernah menjanjikan materi atau barang kepada masyarakat saat menghadiri pelaksanaan turnamen bola volley di Kampung Harapan, Desa Selat mie Kecamatan Moro beberapa waktu lalu.

“Sama sekali saya tidak pernah menjanjikan apapun kepada masyarakat yang hadir dalam acara turnamen itu,” Ujar Indri saat memberikan kesaksian di persidangan yang dipimpin oleh hakim ketua Bambang Setyawan.

Soal Pelanggaran Pemilu, Caleg Cantik Beri Kesaksian di Persidangan 2
Calon Legislatif Provinsi Kepri dapil Karimun Indri Ceria Agustin memberi kesaksian di persidangan pengadilan negeri Karimun (Khairul/berita karimun)

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa memberi keterangan jika dirinya duduk sebagai anggota DPRD Kepri akan membangun fasilitas tempat untuk kegiatan PKK.

“Maksud pernyataan tersebut karena memang secara pribadi menjadi keinginan saya sendiri saja,” menjawab maksud pernyataan tersebut saat ditanya oleh JPU.

Dalam perkara ini, Indri berperan memberikan hadiah kepada pemenang berupa tropi, amplop berisi uang tunai, dan parabola. Ia menyatakan tidak pernah memberi bantuan dalam bentuk apapun terkait peyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Saya tidak pernah mengeluarkan dana sepeserpun, baik materi, bahkan tenaga sekalipun dalam kegiatan itu,” ujar wanita berparas cantik.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aditya menuturkan, dua terdakwa Indri Ceria Agustin dan Edyson Tatulus telah memenuhi unsur pelanggaran yang tertuang dalam Undang-undang pemilu yaitu menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sesuai bukti yang di hadirkan dalam persidangan.

“Terkait dua terdakwa ini dengan bukti-bukti yang kami hadirkan di persidangan, tanpa keterangan Andi Kusuma pun kami yakin bahwa keduanya terbukti melakukan pelanggaran kampanye,” jelas Aditya.

Menurutnya, dengan memberikan hadiah kepada para pemenang dalam turnamen itu telah memenuhi unsur pelanggaran Kampanye.

“Dia mengaku tidak memberikan dana, dan dana kegiatan itu berasal dari Edyson. Dan terkait pembagian hadiahnya Indri mengakui, itu telah memenuhi unsur pelanggarannya,” ujar Aditya.

Perkara ini menyerat dua nama terdakwa Calon anggota legislatif dari partai perindo yaitu Indri Ceria Agustin dan Edyson Tatulus. Sedangkan Andi Kusuma dalam perkara ini telah dilakukan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) karena tidak cukup bukti.

 

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva