KPU Putuskan Nasib Oesman Sapta Odang Hari Ini

Jakarta, beritakarimun.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tetap akan memutuskan nasib pencalonan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jumat (21/12).

Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan sikap pihaknya masih tetap sama sebagaimana surat yang disampaikan kepada Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu pada 8 Desember 2018.

Di dalam surat tersebut disebutkan OSO harus mengundurkan diri dari kepengurusan partai Hanura jika namanya ingin dimasukkan ke dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD Pemilu 2019.

“Sepanjang surat yang kami kirimkan belum kami ubah, tentu (sikap) KPU masih sesuai dengan yang dikirimkan. Jadi sejauh ini belum ada keputusan merevisi surat itu,” ujar Pramono saat dihubungi, Kamis (20/12).

Pramono mengatakan pihaknya menetapkan 21 Desember 2018 sebagai batas waktu bagi OSO dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Salah satunya karena terkait rangkaian tahapan penyelenggaraan pemilu, di mana 21 Desember 2018 itu merupakan validasi surat suara.

Baca Juga: Hanura Tuntut OSO Dimasukkan Dalam DCT

Surat suara pemilu sendiri mulai diproduksi pada 2 Januari 2019. Atas dasar itu sedianya validasi sudah dilakukan dalam waktu dekat.

“KPU tidak bisa menunda jadwal karena risikonya jauh lebih besar. Karena itu akan mempengaruhi produksi satu surat suara di satu provinsi. Risikonya cukup besar,” kata Pramono.

Sebelumnya, Ketua KPU RI, Arief Budiman menyampaikan sikap KPU terkait pencalonan OSO pada intinya menjalankan amanat konstitusi, baik putusan Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, maupun Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Di lain waktu, Arief juga mengatakan tenggat waktu perlu ditetapkan bagi OSO agar tidak mengganggu rangkaian jadwal pelaksanaan pemilu. Misalnya, OSO baru mengundurkan setelah dilakukan pencetakan surat suara.

Arief juga menyampaikan jika OSO memenuhi persyaratan mundur dari parpolnya, KPU akan segera mengubah daftar caleg DPD dengan menambahkan nama OSO di dalamnya.

 

 

 

Reporter: Hidayat Tanjung
Editor     : Codet Carladiva