Dugaan Korupsi PDAM Tanjung Batu, Negara Rugi Sekitar Rp 405 Juta

Kundur, beritakarimun.com – Tim Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjung Batu meminta bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepulauan Riau (Kepri) untuk mengaudit dugaan korupsi anggaran BBM untuk operasional PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu.

Dari hasil audit BPKP tersbeut ditemukan kerugian negara sebesar Rp 405 juta.

“Kami telah melakukan koordinasi serta ekpose perkara dengan BPKP Kepri di Batam. Kami juga meminta ahli di BPKP untuk mengaudit dugaan kerugian negara anggaran BBM jenis solar untuk operasional PDAM Tanjung Batu. Dari hasil audit BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp 405 juta,” ujar Kacabjari Tanjung Batu, Aji Satrio Prakoso,SH, MH, yang dilansir dari Haluankepri.com, Selasa (13/11).

Menurut Aji, BPKP Kepri menilai metode yang dilakukan Cabjari Tanjung Batu dalam mengaudit kerugian negara dengan cara perbandingan LPJ dan belanja operasional PDAM Tanjung Batu sudah valid dan mendasar. Selain itu, penyidik BPKP Kepri juga melakukan metode yang sama dalam mengaudit kasus tersebut.

Baca Juga: Air PDAM Keruh, Warga Tanjung Batu Mengadu ke Jaksa

Aji juga mengatakan, usai melakukan ekspose perkara tersebut, dalam waktu dekat BPKP Kepri akan turun ke Tanjung Batu untuk mengecek langsung ke lapangan seperti apa kondisi yang terjadi di PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu.

Baca Juga : Terkait Air PDAM, Jaksa Tanjung Batu Periksa 28 Saksi

“Modus yang digunakan oleh oknum PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu adalah dengan melakukan pelaporan penggunaan BBM solar untuk mesin produksi air yang tidak sesuai dengan fakta belanja yang sebenarnya. Perbuatan yang dilakukan adalah dengan membuat nota sendiri serta melakukan mark up baik harga maupun jumlah bahan bakar solar,” jelasnya.

Kasus yang kini tengah didalami pihak penyidik Cabjari Tanjung Batu itu, kini menjadi perhatian masyarakat Tanjung Batu Kundur. Saksi yang semula dipanggil penyidik Cabjari Tanjung Batu berjumlah 28 orang, kini bertambah menjadi 34 orang.

“Saksi yang kita periksa sudah bertambah menjadi 34 orang. Kami juga sudah meminta keterangan lanjutan kepada Kepala Cabang PDAM Tanjungbatu, Badan Pengawas serta stakeholder terkait seperti Bagian Perekonomian dan Keuangan Pemkab Karimun,” terang Kasubsi Tipidum dan Tipidsus Cabjari Tanjungbatu, Dedi Simatupang.

Menurut pihak kejaksaan, keterangan dari para saksi tersebut untuk menambah atau memperkuat laporan dugaan penyalahgunaan anggaran BBM untuk operasional mesin PDAM Tanjung Batu.

 

 

 

Editor: Codet Carladiva