Terkait Air PDAM, Jaksa Tanjung Batu Periksa 28 Saksi

Kundur, beritakarimun.com – Kasus dugaan korupsi anggaran operasional bahan bakar minyak (BBM) jenis solar oleh PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu, yang ditangani Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjung Batu sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

“Status kasus dugaan korupsi anggaran operasional BBM di PDAM Tanjung Batu sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kami telah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait dalam kasus itu, mulai dari manajemen PDAM Tanjungbatu, Badan Pengawas hingga masyarakat selaku pelanggan,” ungkap Kacabjari Tanjung Batu, Aji Satrio Prakoso, SH ,MH.

Menurut Aji, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa 28 orang saksi, namun pihaknya belum menemukan calon tersangka. Penyidik masih berupaya untuk meminta audit dari BPKP Kepri terkait dugaan penyelewengan anggaran operasional BBM jenis solar.

“Modus yang digunakan oleh oknum PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu dalam melakukan dugaan tindak pidana korupsi tersebut adalah dengan melakukan pelaporan penggunaan BBM solar untuk mesin produksi air yang tidak sesuai dengan fakta belanja yang sebenarnya. Perbuatan yang dilakukan adalah dengan membuat nota sendiri serta melakukan mark up baik harga maupun jumlah bahan bakar solar,” ungkap Aji.

Dijelaskan Aji, temuan penyidik tersebut didukung juga dengan bukti DRD (daftar rekening ditagih) yang tidak wajar jika dikaitkan dengan konsumsi solar. Kemudian, berdasarkan uji lapangan dan penelitian ahli ditemukan adanya kecurangan dalam hal jam operasional serta kecurangan beban pada mesin produksi.

“Tim penyidik dengan didukung oleh data serta penelitian ahli menemukan adanya potensi selisih penggunaan akibat kecurangan dan perbuatan melawan hukum. Dengan banyaknya kecurangan yang terjadi di PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu itu, tentu saja yang dirugikan adalah masyarakat. Mulai dari tidak lancarnya pendistribusian air ke pelanggan hingga buruknya kualitas air,” ujarnya.

Baca Juga: Air PDAM Keruh, Warga Tanjung Batu Mengadu ke Jaksa

Aji menyebut, pengungkapan kasus ini dilandasi karena keprihatinan dan kepedulian terhadap keadaan air bersih yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat, terutama bagi masyarakat pesisir di wilayah Pulau Kundur yang selama kesulitan mendapatkan air bersih.

Aji menjelaskan, Keluhan yang dialami pelanggan sudah berlangsung sejak Mei 2016 hingga Desember 2017 atau setelah PDAM Tirta Karimun berdiri sendiri dan terpisah dari Perusda. Pihaknya kemudian membentuk tim untuk menyelidiki persoalan tersebut dengan turun langsung ke PDAM Tirta Karimun di Tanjung Batu yang berada di Tempan, Desa Lubuk, Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur.

Dari hasil pulbaket dan keterangan yang berhasil dikumpulkan penyidik Cabjari Tanjung Batu. Ternyata anggaran yang dihabiskan untuk penggunaan bahan bakar operasional PDAM Tirta Karimun tidak sesuai dengan lamanya pendistribusian air yang disuplai ke rumah pelanggan.

 

 

 

Editor: Codet Carladiva