Karimun Ekspor Nanas dan Pisang Asal Kundur ke Singapura

Kundur,beritakarimun.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun resmi launching ekspor nanas dan pisang menuju negara tetangga yakni Singapura.

Hal itu di tandai dengan dilaksanakan nya peresmian di Gedung Balai Desa Kecamatan Kundur Utara Kabupaten Karimun.

Peresmian itu dihadiri oleh Dirjen Kultikultura Kementerian Pertanian Suwandi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Dandim 03107/TBK, dan Danlanal TBK. meresmikan gedung pengolahan nanas dan menabur beras kunyit ke truk pengangkut nanas.

Dalam hal ini, Dirjen Kultikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan, ekspor perdana ini akan memasok kurang lebih 10 ton menuju negara Singapura setiap sepekan. Namun, ia mengharapkan kuota ekspor tersebut dapat terus meningkat menjadi 20 ton perminggu, mengingat pemerintah Karimun akan menyiapkan 600 hektar untuk tanaman bibit nanas.

“Alhamdulillah pihak Karantina juga memperlancar dari proses ekspor ini. Maka dari itu kita juga akan suport penanganan pasca panen sampai ke bagian packing sehingga memenuhi standar ekspor,” ucap Suwandi.

Menurut Suwandi, potensi pasar di Singapura sangat menjanjikan. Pada 2017 lalu Indonesia mengeskpor hampir 85 persen buah-buahan yaitu buah nanas dengan nilai ekspornya pertahun Rp 3,3 Triliun.

“Kita akan terus suport baik dari alat-alat panen maupun prapanen akan kita siapkan, maka kita minta pemerintah daerah untuk dapat meningkatkan lagi sehingga nilainya menjadi lebih tinggi dan petani kita pun menjadi sejahtera,” ujarnya.

Karimun Ekspor Nenas dan Pisang Asal Kundur ke Singapura 2
Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim launching perdana ekspor nanas dan pisang mas di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun (Irul/berita karimun)

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq menuturkan, ekspor perdana ini akan berimbas pada sektor lainnya jika kualitas produk yang dihasilkan dapat terjaga dengan baik.

“kalau hasil ekspor ini terus berkelanjutan ada satu jaminan ekportir ini siap untuk memasarkan dan untuk yang lain akan ikut nantinya,” katanya.

Hal ini tentu menjadi dorongan bagi para petani yang ada, dimana pemerintah juga bekerjasama dengan Kementerian dan juga ekportir demi mensejahterakan petani di Karimun.

“Kedepan kita juga akan mengganggarkan kedepan seperti bantuan bibit dan pupuk. Karena untuk bibit ini hanya awal saja setelah itu bibit ini akan berkembang dengan sendirinya. Sebab satu batang nanas itu menghasilkan lima sampai enam bibit. Maka kita akan anggarkan untuk bibit nanas bagi petani,” tutur Rafiq.

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet carladiva