Air PDAM Keruh, Warga Tanjung Batu Mengadu ke Jaksa

Kundur, beritakarimun.com – Para penyidik Kejaksaan Negeri Karimun Cabang Tanjung Batu, belum lama melakukan penyelidikan dugaan penyalahgunaan anggaran bahan bakar jenis solar untuk operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu.

Dalam hal ini penyidik Cabjari Tanjung Batu melihat adanya dugaan mark up dalam laporan anggarannya.

Kasus tersebut mencuat ditengah-tengah masyarakat Tanjung Batu Kundur, warga mengeluhkan macetnya pendistribusian air minum yang disuplai PDAM ke rumah pelanggan.Suplai air ke rumah pelanggan hanya sekitar 3-5 jam dengan kondisi air yang sangat keruh.

Diketahui masyarakat awalnya telah melaporkan kejadian itu ke PDAM, namun keluhan masyarakat seolah tak ditanggapi. warga pun berbondong-bondong melaporkan persoalan itu ke Cabjari Tanjung Batu.

Pihak Cabjari Tanjung Batu Kundur yang menerima laporan masyarakat tersebut, secara perlahan-lahan melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

Terkait kasus ini, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tanjung Batu, Aji Satrio Prakoso, SH, MH membenarkan telah meminta keterangan terhadap 28 orang terkait persoalan itu, mulai dari masyarakat, Badan Pengawas, pejabat PDAM Tirta Karimun dan Kepala Cabang PDAM Tirta Karimun Tanjung Batu.

“Memang benar, kami menerima laporan dari masyarakat soal pendistribusian air dari PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung batu ke rumah mereka yang sering macet. Menurut keterangan warga, dalam sehari kadang air hanya mengalir selama 3 sampai 5 jam. Setelah itu air tak mengalir lagi,” ungkap Aji Satrio Prakoso.

Menurut Aji, keluhan yang dialami pelanggan itu sudah berlangsung sejak Mei 2016 hingga Desember 2017 atau setelah PDAM Tirta Karimun berdiri sendiri dan memisahkan dari dari Perusda. Pihaknya kemudian membentuk tim untuk menyelidiki persoalan tersebut dengan turun langsung ke ke PDAM Tirta Karimun di Tanjung Batu yang berada di Tempan, Desa Lubuk, Kelurahan Gading Sari, Kecamatan Kundur.

Dari hasil pulbaket dan keterangan yang berhasil dikumpulkan penyidik Cabjari Tanjung Batu. Ternyata anggaran yang dihabiskan untuk penggunaan bahan bakar operasional PDAM Tirta Karimun tidak sesuai dengan lamanya pendistribusian air yang disuplai ke rumah pelanggan.

“Tim penyidik telah mengumpulkan data dan beberapa dokumen yang dapat dijadikan sebagai bukti atas dugaan tindak pidana korupsi penggunaan bahan bakar solar untuk operasional air pada PDAM Tirta Karimun cabang Tanjung Batu selama kurun waktu Mei 2016 hingga Desember 2017,” terangnya.

Selain itu, menurut Aji modus yang dilakukan oleh oknum PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjung Batu dalam melakukan dugaan tindak pidana korupsi tersebut adalah dengan melakukan pelaporan penggunaan bahan bakar solar untuk mesin produksi tidak sesuai dengan fakta penggunaan yang sebenarnya. Untuk memperkuat temuan tersebut, pihaknya juga telah meminta bantuan ahli utama manajemen air minum.

 

 

 

Editor: Codet Carladiva