Polda Kepri Gagalkan Keberangkatan 19 TKI Ilegal Ke Malaysia

Batam, beritakarimun.com – Jajaran Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) berhasil menyelamatkan 19 Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) yang akan diberangkatkan ke negara Malaysia secara ilegal.

Direktur Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri Kombes Benyamin Sapta mengatakan, saat ini ke-19 TKI ilegal itu akan diserahkan ke BP3TKI Tanjung Pinang.

“Kalau tidak ada halangan sore ini akan kami serahkan ke BP3TKI untuk proses pemulangan ke 19 TKI Ilegal tersebut. Namun, bagi yang akan benar-benar bekerja ke Malaysia, nantinya akan didata BP3TKI agar mereka masuk bekerja secara legal di Malaysia,” ujar Benyamin, Rabu (3/10/2018).

Menurut Benyamin, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap 4 tersangka yang mengurus keberangkatan TKI itu. Diduga kuat, keempat tersangka merupakan jaringan perdagangan manusia yang kerap meresahkan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga mengatakan, penyelamatan itu dilakukan di sekitar kawasan pantai Kampung Jabi, Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sekitar pukul 22.WIB, Minggu (30/9/2018) malam kemarin.

“Informasi dari masyarakat dan begitu dikembangkan kami berhasil menyelamatkan 19 TKI Ilegal yang akan dikirimkan ke Malaysia melalui jalur tidak resmi,” ungkap S Erlangga.

Erlangga menjelaskan, dari 4 tersangka, 1 tersangka masih di bawah umur, yakni MS (17). Tiga tersangka lainnya yakni Suparman (44), Hartono (39), dan Aris Mananda (19).

“Kami juga berhasil mengamankan 1 unit speed boat tanpa nama warna abu-abu yang akan dipergunakan untuk memberangkatkan ke 19 TKI Ilegal tersebut,” kata Erlangga lagi.

Dari hasil pemeriksaan kepada korban, mereka dikenakan biaya perjalanan mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per orang untuk bisa diberangkatkan ke Malaysia.

“Masuknya juga melalui jalur tidak resmi di Malaysia, namun kami tidak tahu tepatnya dimana. Yang jelas di sekitar perairan Johor,” jelasnya.

Saat ini ke 19 korban sudah ditempatkan di shelter.Sementara itu, ke-4 tersangka akan dijerat pasal 81 Jo pasal 69 Jo pasal 86 huruf c Jo pasal 72 huruf c UU RI No.18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.

 

 

 

Reporter: Hadi
Editor     : Codet Carladiva