Orderan di Cancel, Driver Gojek Batam Caci Maki Pelanggan Bernada Pelecehan Seksual

Batam,beritakarimun.com – Salah seorang pelanggan ojek online yang ada di Pulau Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi korban perbuatan tidak menyenangkan, yakni pelanggan tersebut mendapatkan caci maki dari driver Gojek melalui pesan singkat.

Parahnya caci maki yang diterima pelanggan tersebut tidak hanya sekedar cacian yang dilontarkan kepada dirinya, melainkan kedua orangtua pelanggan tersebut yang tidak tahu menahu dengan hal ini juga diikut sertakan dalam cacian oleh driver gojek tersebut.

Nevi salah satu pelanggan yang mendapatkan caci maki dari Driver Gojek mengaku kepada reporter beritakarimun.com sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan Gojek, pasalnya hanya gara-gara membantalkan atau mengcancel pesanan dirinya malah mendapatkan cacian.

Bahkan dalam kalimat cacian yang didapatnya melalui pesan singkat oleh driver gojek tersebut, dirinya disuruh melakukann hubungan intim kepada orangtuanya sendiri.

“Pas saya baca, benar-benar kaget saya. Kok ada manusia yang ucapannya lebih hina dari binatang,” kata Nevi.

Nevi menceritakan kejadian ini berawal saat dirinya hendak mengirimkan dokuman milik temannya yang berada di kawasan Batam Centre. Karena dokumen itu sangat-sangat diperlukan cepat karena akan dibawa ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) sehingga dirinya harus berjibaku mencari bantuan yang bisa untuk mengantar.

“Saat pesan pertama saya mendapatkan si driver ini, namun karena lama akhirnya saya mencari driver lain dan hal itu lebih kurang tiga kali saya mengganti driver karena lambatnya merespon. Hingga akhirnya driver keempat pesanan saya itu berhasil dikirimkan,” jelas Nevi.

“Namun tanpa disangka-sangka driver pertama malah mengirimkan cacian kepada saya, tidak hanya sekali, cacian itu dikirimkan melalui pesan singkat lebih kurang 4 kali,” ungkap Nevi menambahkan.

Nevi berpendapat kalau memang driver gojek tersebut baik dan memiliki ahlak, seharusnya memaklumi jika ada beberapa pelanggannya yang membatalkan pesanannya. Bukan malah sebaliknya.

“Sang pelanggan memilih ojek online pasti karena ingin memaksimalkan waktu sebaik mungkin, kalau harus menunggu lama, apa bedanya menggunakan ojek online dengan transportasi lain pada umumnya. Dan tidak perlu mencaci maki pelanggannya karena melakukan cancel,” terang Nevi.

“Saya berharap kedepan management Gojek lebih profesional dalam merekrut driver, karena bagaimanapun driver yang ada dilapangan mencerminkan bai buruknya perusahaan Gojek itu sendiri,” jelas Nevi.

 

 

 

Reporter: Hadi
Editor     : Codet Carladiva