Menpan RB Resmikan Mal Pelayanan Publik Batam

Batam, beritakarimun.com – Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin, meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam. MPP itu diakui yang kesembilan di Indonesia. Peresmian itu diharapkan, bisa mendorong peningkatan investasi melalui pelayanan di MPP. Sehingga pertumbuhan ekonomi Batam, tumbuh lebih baik, sebagai icon investasi Indonesia.

Hal itu disampaikan Syafruddin, saat meresmikan MPP, Kamis (20/9/2018) di Batam, sesaat sebelum menerima penghargaan sebagai pelopor MPP. Diakui, keberadan MPP di Batam sangat penting, sebagai inovasi yang akan menyentuh harkat dan martabat masyarakat.

“Batam tidak bisa dinafikan, ini icon (investasi) nasional,” ujar pria yang berlatar belakang polisi dan pernah bertugas di Batam itu.

Dalam mewujudkan dan menjaga Batam sebagai icon nasional, dia meminta agar semua kompak dan menjaga solidaritas.

“Karena gerbang nasional ada di Batam salah satunya, selain Bali dan Jakarta. Perlu kekompakan, solidaritas antar Gubernur, Wali Kota, Kepala BP Batam dan semua instansi pemerintah. Termaksud antar swasta,” ujarnya.

Diminta agar kekompakan itu bisa mewujudkan cita-cita menjadikan Batam sebagai pintu utama ekonomi nasional. Cita-cita itu juga diminta untuk terus dijual.

“Ini harus terus dijual, jangan berhenti. Karena itu yang menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Dengan adanya MPP itu, diminta agar pelayanan lebih cepat.

“Paling penting, pelayanan cepat. Ini MPP terkoneksi. Itu menjadi maskot (MPP). Kapan dan siapa saja, bisa bergabung, yang penting masyarakat terlayani. Ini dalam upaya pembangunan nasional,” ujarnya.

Diingatkan, Batam memiliki potensi yang signifikan untuk menjadi pusat investasi. Selain dekat dengan negara tetangga, juga karena menjadi silang strategis.

“Ada 60 ribu kapal di selat Malaka. Itu sudah sampaikan ke pak Lukita (Kepala BP) tadi. Tadi saya ke kantor pak Lukita,” ungkap dia.

Diakui, pertemuhan ekonomi 4,5 persen di Batam saat ini, tergolong rendah. Alasannya, dulu saat dia betugas sebagai aparat kepolisian di Batam, pertumbuhan ekonomi di Batam, sempat menyentuh 17 persen.

“Pada hal dulu, Batam tempat segala-galanya. Menikmati kuliner, hiburan, belanja, pertemuan investasi di Batam, itu tahun 90-an,” imbuh dia.

Karena itu, diakui saat berkunjung ke BP Batam sebelum peresmian MPP, dia menyarankan agar BP tidak hanya berkiblat ke Singapura. Namun melihat juga pertumbuhan Hongkong, Dubai, Abudabi dan lainnya. Dia optimis bisa mengikuti negara-negara itu, dengan didukung MPP yang diresmikan saat itu.

“Dengan MPP ini, bisa kita raih, apa yang dicta-citakan. Jadi, pertumbuhan ekonomi, setidaknya bisa menyamai pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh dia.

Pada peresmian itu, selain Syafruddin, hadir juga Wakil Gubernur Kepri, Isdianto, WaliKota Batam,H.M.Rudi, Kepala BP Batam Lukita, Kapolda Kepri bersama pimpinan FKPD di Batam dan Kepri. Sementara, Wakil Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan, dengan MPP, akan memberikan kepastian hukum, untuk menarik investor.

“Kehadiran MPP, diharap dapat menjawap persoalan yang muncul di investor. Terutama terkait perizinan yang efektif dan efisien. Sistem non tunai juga diharapkan dapat menjaga daya tarik Batam,” harap Isdianto.

Dia mengapresiasi MPP saat itu, yang menerapkan jenis pembayaran non tunai. Itu dinilai sebagai terobosan sistem yang baik. Demikian perijinan yang terintegrasi, bisa memangkas waktu.

“Batam dan Kepri, turut berbangga, karena sistem terintegrasi, sehingga bisa menjadi percontohan untuk daerah lain. BP dan Pemko yang mengembangan, bisa mewujudkan Batam sebagai icon investasi,”katanya.

MPP sendiri saat ini sudah beroperasi dengan dikelola 170 orang tenaga. Didalamnya ada 30 instansi yang bergabung dengan 429 pelayanan. Atas keberhasilan menghadirkan MPP di Batam, Menpan mendapat penghargaan sebagai penggagas MPP. Sementara Walikota Batam juga mendapat penghargaan sebagai pemilik MPP terbesar di Indonesia dan Kepala Dinas PTSP, Gustian sebagai pemilik MPP terlengkap.

 

 

 

Reporter: Agus Siswanto
Editor     : Codet Carladiva