Puluhan Warga Paya Cincin Datangi Mapolres Karimun

Karimun,beritakarimun.com – Puluhan masyarakat Paya Cincin Kelurahan Sei Raya Kecamatan Meral Kabupaten Karimun mendatangi Mapolres Karimun, Kamis (20/9/218) pagi. Kedatangan mereka terkait dugaan penipuan penertiban surat tanah milik negara yang selama ini digarap warga.

Warga mempertanyakan dugaan pelaporan terhadap Asnan yang merupakan tokoh masyarakat Paya Cincin. Ia dituduh telah melakukan dugaan penipuan penerbitan surat tanah.

Menurut Hesti Salah seorang warga Paya Cincin, bahwa tujuan mereka mendatangi Polres Karimun untuk memberikan kesaksian jika Asnan tidak pernah menjanjikan soal sertifikat.

“Pak Hasnan tidak pernah menjanjikan soal sertifikat maka kami kesini untuk memberikan kesaksian. Kita ingin tau dan ingin dipertemukan dengan pelapor apa tujuannya membuat laporan itu,” ujar Hesty.

Kedatangan mereka disambut oleh Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya, dia mengatakan bahwa tujuan mereka mendatangi Polres Karimun untuk menyampaikan pendapat terkait masalah tanah yang ada di daerah mereka.

“Laporan tersebut terkait dugaan penipuan,dalam hal ini pelapor telah membeli seluas tanah namun hingga saat ini tidak diberikan surat atau sertifikat kepemilikan tanah tersebut,” kata Gima saat ditemui di Polres.

Menurut Gima, langkah menyampaikan pendapat kepihaknya dinilai tidak tepat. Sebab, Instansi Pemerintah dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karimun lebih tepat dalam memperoleh keterangan terhadap status hak kepemilikan tanah itu

“Tapi apapun namanya seseorang, harus memiliki dasar kepemilikkan yang sah. Kita kasihan dengan masyarakat, karena mau sampai kapan mereka tinggal ditempat yang tidak memiliki surat. Dengan artian kapanpun tanah tersebut bisa diambil oleh negara nantinya,” katanya.

Kendati demikian, Gima mengatakan untuk proses hukum pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait bukti dan saksi yang ada.

“Apabila disebut nanti tidak terpenuhi maka akan dibuatkan surat SP-3, namun bila terbukti bersalah akan diproses berdasarkan hukum yang berlaku. Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan. Benar atau tidaknya laporan warga itu nanti akan diketahui setelah proses itu,” ungkapnya.

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva