Dollar Mengamuk, IPERINDO Curhat di Batam

Batam,beritakarimun.com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kurs Dolar Amerika membuat para pengusaha galangan kapal domestik mengeluh lantaran berhimbas dalam menghadapi hambatan bisnis dari dalam dan luar industri khususnya di wilayah kepulauan riau.

Nilai tukar rupiah, Rabu (5/9/2018) yang berkisaran Rp 15.019 sontak membuat para pengusaha galangan domestik yang tergabung dalam organisasi IPERINDO (Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia) di wilayah provinsi kepulauan riau.

Bukan hanya berhimbas pada kondisi dari dalam dan luar industri,namun banyak perusahaan galangan kapal yang ada di Indonesia merumahkan karyawannya.

Baca Juga: Dollar Mengamuk Hingga Rp 15.019 per Dolar AS

Menurut wakil ketua umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Pusat Anita Puji Utami mengatakan,diawal 2015 hingga 2017 perusahaan galangan kapal memiliki target angka produksi sebanyak 125 unit kapal atau setara Rp 10 triliun.

Namun memasuki awal tahun 2018 hingga saat ini produksi kapal tidak lagi terjadi.

“Tidak sedikit perusahaan galangan kapal yang ada di Indonesia merumahkan karyawannya karena tidak adanya permintaan produksi kapal dari instansi pemerintah, baik dari kementerian perhubungan hingga instansi pemerintah yang paling bawah lainnya,”Ujar Anita di Swiss Bell Hotel Batam.

“Sejauh ini Iperindo disetiap wilayah provinsi berusaha mempromosikan sekaligus melobi ke instansi di daerah agar saatny dilakukan pengadaan kapal seperti,kapal pengerukan,kapal patroli dan kapal ikan yang tentunya tidak memproduksi atau membeli kapal dari luar Indonesia, sehingga industri perkapalan di Indonesia tetap berkembang pesat dan tumbuh sehat,” kata Anita.

Anita juga menambahkan sudah saatnya pihak pemerintah meminta pada pihak BUMN, Pelni, ASDP dan instansi yang menggunakan anggaran pemerintah tidak lagi membeli kapal di luar negeri lantaran hal tersebut merupakan pelarian devisa.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Iperindo Pusat Eddy Kurniawan Logam disela pelantikan IPERINDO cabang kepulauan riau menegaskan perusahaan galangan kapal di Indonesia tidak kalah hebatnya dengan perusahaan galangan yang ada di luar Indonesia.

“Kita sudah membuktikan bahwa tidak sedikit kapal berkualitas tinggi yang dihasilkan oleh galangan kapal yang ada di Indonesia misalkan,Kapal Tangker,kapal Offshore, kapal penumpang, kapal penumpang dan kapal perang,”jelas Eddy.

Tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak dipungkiri menjadi hambatan untuk sejumlah galangan kapal domestik yang tersebar di daerah dalam pemesanan,khususnya untuk daerah kota Batam sendiri,Eddy Kurniawan mengaku tidak sedikit perusahaan galangan kapal yang mengeluhkan sepinya pemesanan produksi akibat tidak sedikit perusahaan swasta maupun BUMN yang melakukan impor kapal dari luar Indonesia.

Sementara itu Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun menyambut gembira semangat para pelaku usaha galangan kapal domestik untuk membangkitkan industri perkapalan yang saat ini terpuruk.

Nurdin berharap agar seluruh anggota Iperindo bersinergi untuk memajukan dan membangkitkan kembali industri galangan kapal di Kepri.

“Kami pemerintah tentu sangat mendukung,untuk wilayah Kepri khususnya kota Batam memiliki potensi besar di industri galangan kapal,Industri perkapalan ini juga berkontribusi untuk memajukan daerah kita ini. Apapun program yang dijalankan Iperindo dan para pelaku usaha tentu kami dukung.”kata Nurdin.

 

 

Reporter: Agus Siswanto
Editor     : Codet Carladiva