Akhirnya Listrik di Pulau Alai Menyala 24 Jam

Kundur, beritakarimun.com – Aliran listrik PT PLN Persero di Pulau Alai Kabupaten Karimun yang biasanya menyala 14 jam sehari, kini telah hidup selama 24 jam.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq didampingi Manager Area PT PLN Tanjung Pinang Fauzan meresmikan sambungan listrik 24 jam itu di gardu PLN Sub Rayon Alai, Kelurahan Alai, Kecamatan Ungar, Kamis (16/8/2018).

Fauzan mengatakan, pengoperasian mesin pembangkit selama 24 jam merupakan jawaban dari keinginan masyarakat Pulau Alai Kabupaten Karimun.

Pengoperasian listrik 24 jam itu diharapkan dapat mendukung tiga industri pengolahan sagu yang berkembang di sana. Perusahaan-perusahaan itu memang meminta sambungan listrik baru, dengan syarat tetap harus menyala pada siang.

“Karena karyawannya bekerja siang hari. Dan alhamdulillah, keinginan mereka sudah terwujud,” ujar Fauzan seperti di kutip dari antara kepri.

Pulau Alai, Kecamatan Ungar terdiri dari satu kelurahan dan dua desa, yaitu Kelurahan Alai, Desa Batu Limau dan Sungai Buloh.

PLN menyiapkan 4 unit mesin pembangkit tenaga diesel dengan total daya sekitar 700 kilowatt (KW) untuk melayani pelanggan selama 24 jam di tiga sana.

Daya sebesar itu, menurut dia, masih mampu untuk melayani penyambungan baru dan penambahan daya untuk rumah tangga maupun dunia usaha.

“Beban puncak pada malam hari yang tertinggi sekitar 400 KW, masih ada sisa bagi masyarakat yang ingin tambah daya,” ujarnya.

Dia meminta jajaran PT PLN Sub Rayon Alai mensosialisasikan kepada masyarakat setempat bagi yang ingin melakukan penyambungan listik atau penambahan daya.

“Tolong disosialisasikan, jangan lagi ditunda-tunda semua permohonan tambahan listrik di sini, termasuk pabrik sagu,” ujar Fauzan.

Dia berharap pengoperasian mesin pembangkit selama 24 jam dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, dan mendorong peningkatan pelayanan masyarakat seperti di kantor kecamatan, puskesmas maupun sekolah.

“Mudah-mudahan mesinnya tidak lagi sunyi di siang hari, walaupun sedikit berisik, tetapi ada hikmah besar yang bisa kita petik dari perubahan suasana tersebut,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi upaya PLN meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Ungar yang merupakan kecamatan pemekaran dari Kecamatan Kundur.

“Keinginan masyarakat untuk menikmati listrik 24 jam sudah lama. Cuma kami tidak punya kewenangan untuk memaksakannya, karena masalah listrik dan energi merupakan kewenangan provinsi dan pusat,” ungkap Bupati Rafiq.

Aunur Rafiq mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun sehingga PT PLN Wilayah Riau-Kepri menyetujui pengoperasian mesin pembangkit selama 24 di Kecamatan Ungar.

“Pendekatan yang dilakukan bukan untuk melangkahi kewenangan provinsi, dan memang tidak ada kaitannya dengan masalah kewenangan. Tapi masalah kewajiban pemerintah kabupaten terhadap masyarakat,” ujarnya.

Pengoperasian listrik selama 24 jam di Kecamatan Ungar ditandai dengan penyalaan mesin pembangkit oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq yang juga didampingi camat, kepala desa dan tokoh masyarakat.

 

 

Editor: Codet Carladiva