Buka di Malam Keagamaan, Satpol PP Karimun Beri Teguran Ke THM

Karimun,beritakarimun.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) masih mendapati beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) yang buka saat malam hari besar keagamaan.

Hal itu diketahui saat Satpol PP melakukan Sweeping pada malam keagamaan hari besar waisyak 2562 BE tahun 2018, Senin (28/5) malam.

Kepala bidang Destinasi Pariwisata Suwarni mengatakan, sidak tersebut dilakukan sesuai Perda nomor 2 Tahun 2011 yang mana pengusaha tempat hiburan malam (THM) harus menutup usahanya pada malam hari besar keagamaan.

“Karena hari ini menyangkut malam besar keagamaan seharusnya mereka tutup sesuai pasal 6 di dalam Perda, tapi ini buka. Tadi kita kasih dispensasi jam 1 harus tutup karena ini peringatan terakhir dari kita karena sudah dua kali diperingati,” ujar Suwarni.

Tidak hanya itu, Suwarni mengatakan Selain beberapa THM melanggar jam buka tutup tempat hiburan, salah satu THM diketahui hotel berbintang yang dimiliki seperti Satria hotel juga sudah mati izin sejak tahun 2016 lalu.

“Sejak tahun 2016 izin berbintangnya sudah mati, tapi katanya masih dalam pengurusan,” Ujarnya.

Selain itu, dari pantauan beritakarimun.com, saat petugas meminta pihak manejemen salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) Satria Hotel untuk ditutup, sempat terjadi adu argumen salah satu pengurus dengan petugas.

“Kita yang bangun Karimun, kita pengusaha kok, ibu bisa tidak membangun Karimun. Belum tentu, ini dunia pariwisata buk, bukan tempat yang tidak punya izin,” kata salah satu pengurus di Satria Hotel kepada petugas.

Dalam hal ini, ia juga meminta dispensasi saat petugas meminta pihaknya untuk menutup operasi buka tempat hiburan tersebut. Mengingat malam tersebut merupakan hari besar keagamaan.

“Saya minta juga dari Pol PP untuk stanbye di Tempat hiburan lain, jangan nanti Kucing-kucingan,” Ucapnya lagi.

Selain itu, petugas juga melakukan pengecekan terhadap tempat hiburan lain diantaranya, Wiko Star Pub, Pujasera Nauli, Pujasera dijalan Haji Arab, serta dibeberapa tempat himburan lainnya.

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva