Warga Desa Tulang Curhat ke Bupati Karimun

Karimun,beritakarimun.com – Warga Desa Tulang Kecamatan Karimun meminta Pemerintah Kabupaten Karimun untuk melakukan pembangunan Infrastruktur yang menjadi kebutuhan oleh masyarakat setempat.

Warga meminta pemerintah Daerah dapat membangun Infrastruktur yang memang dibutuhkan oleh masyarakat di desa Tulang seperti Pelabuhan, Akses jalan, dan listrik.

“Masyarakat disini meminta kepada Pemerintah Daerah khususnya Bupati Karimun agar dapat membangun pelabuhan, jalan, serta listrik agar bisa hidup selama 24 jam,” Ujar seorang warga Desa Tulang Fahrurrozi.

Masalah listrik misalnya, masyarakat setempat hingga saat ini masih belum sepenuhnya merasakan aliran listrik selama 24 jam.

“listrik tersebut nyala pada saat hari-hari besar keagaman dan pesta pernikahan. Dimana masyarakat desa tulang saat ini tidak pernah merasakan listrik hidup 24 jam,” ucap Fahrurrozi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, wacana pembangunan pelabuhan dilokasi tersebut sudah menjadi salah satu daftar pembangunan yang telah dianggarkan dalam APBD tahun 2018.

“Dimana sudah di anggarkan melalui menggunakan APBD Kabupaten Karimun tahun 2018. Dan saat ini sedang dalam proses,” ujar Rafiq usai safari ramadhan Pemkab Karimun di Masjid Ar-Rahim Dusun 2 Sei Sekop, Desa Tulang, Karimun. Selasa (22/5) malam.

Bupati Rafiq juga mengatakan sementara untuk pembangunan jalan, keterbatasan APBD Menjadi kendala utama, kendati demikian, Pemerintah mencoba memasukkan dalam APBD tahun 2019 mendatang.

“Untuk pembangunan jalan ini sejak 2009 sudah kita anggarkan. Namun dikarenakan APBD kita sangat terbatas kita belum mampu. Inshaa allah habis lebaran nanti saya perintahkan Dinas PU untuk turun meninjau dan tahun 2019 bisa dilaksanakan penghubung antara Dusun Tulang dengan Dusun Sei Sekop,” ucapnya.

Mengenai kebutuhan listrik, kata Rafiq, hal itu merupakan kewenangan pemerintah Provinsi, namun pemerintah Karimun akan memaksimalkan aliran listrik ke Desa tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk masalah listrik ini merupakan kewenangan Provinsi Kepri. Namun disiapkan dulu lahan untuk mesinnya. Meski tidak hidup 24 jam, setidaknya bisa hidup lebih banyak dari saat ini,” tutupnya.

 

 

Reporter: Khairul Siregar
Editor     : Codet Carladiva