PT Timah Serius Kembangkan Batik Khas Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Guna membantu pemerintah daerah Kabupaten Karimun untuk menciptakan pengrajin Batik dari anak tempatan, PT Timah (Persero) Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau menggelar Pelatihan Dasar Batik Karimun di Gedung Eks-Kawilasi PT. Timah, Kelurahan Teluk Uma Kecamatan Tebing Kabupaten Karimun, Rabu (9/5).

Pemerintah daerah Kabupaten Karimun yang ingin sekali memiliki rumah percetakan batik hingga pengrajin batik sendiri sepertinya akan terealisasi.Delapan motif batik khas Kabupaten Karimun yang pernah di launching 13 Oktober 2017 lalu akan secara serius dikembangkan di Kabupaten Karimun dengan bantuan dari PT Timah (Persero) Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau.

Kepala Unit Metalurgi PT Timah (Persero) Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau, Wiyono yang didampingi Kabag Humasnya, Alfriano Putra saat dikonfirmasi reporter beritakarimun.com usai membuka secara resmi Pelatihan Dasar Batik Karimun mengatakan, pihaknya tidak segan-segan berupaya membantu pemerintah daerah Kabupaten Karimun yang menjadi wilayah operasional perusahaannya untuk membuka peluang usaha dan mengembangkan ikon Kabupaten Karimun.

“Selaku perusahaan BUMN, kita sangat mendukung apa yang dicita-citakan pemerintah Kabupaten Karimun untuk memiliki batik ciptaan anak tempatan. Kita akan berupaya mengembangkan 8 motif batik yang telah didesain cantik dan telah dilaunching tahun lalu untuk menjadi batik khas Kabupaten Karimun yang rencananya juga akan diperluaskan,” ungkap Wiyono.

Menurut Wiyono, harapan pemerintah sangat perlu didukung karena selain menambah kekayaan budaya di Karimun, juga bisa membuka peluang kerja untuk masyarakat Kabupaten Karimun yang saat ini haus dengan lapangan pekerjaan.

“Harapan pemerintah sangat perlu didukung, karena menurut pantauan kita di Wilayah Kepri baru Kabupaten Karimun yang memiliki inisiatif untuk menciptakan batik sendiri, ini juga dapat membantu masyarakat Kabupaten Karimun yang masih banyak
menganggur dan membutuhkan pekerjaan, mungkin upaya kita untuk membimbing calon-calon pengrajin batik Karimun dengan berniat membantu pengadaan bahan hingga ke tingkat komersil dapat terbilang nekat, karena dalam pengadaan bahan dasar untuk menciptakan batik di wilayah Sumatera ini sangat sulit, namun kita akan tetap berupaya mendukung dengan memperdayakan program-program yang kita miliki hingga para pengrajin bisa menciptakan usaha batik sampai mandiri,” jelas Wiyono.

Pihak PT Timah menargetkan waktu untuk pembentukan identitas pengrajin batik tahun ini juga, sehingga batik khas Kabupaten Karimun yang diolah dengan tangan masyarakat Kabupaten Karimun sendiri dapat segera dipergunakan pada ulang tahun Kabupaten Karimun di bulan Oktober 2018 mendatang.

“Mereka yang kita berikan pelatihan ini harus benar-benar jadi, kita akan terus memberikan bimbingan, baik dari pengrajin batiknya hingga tingkat penjualannya, kita sudah mendatangkan konsultan batik dari Bandung yang sudah puluhan tahun menggeluti bidang ini, kita targetkan pada hut Kabupaten Karimun di bulan Oktober 2018 mendatang, sudah kita launchingkan kembali. Bahkan Gedung Eks-Kawilasi PT. Timah ini akan kita pinjamkan untuk dijadikan rumah usaha batik khas Kabupaten Karimun, hingga ke hak paten batiknya juga kami bantu urus,” ujar Wiyono

Untuk diketahui, 8 motif batik khas Kabupaten Karimun yaitu motif batik tampuk manggis bunga melur, batik wajik tersamar, batik daun sukun, batik udang galah beriring, batik jong sri gelam, batik ikan kurau, batik pokok sagu berayun, dan batik tampuk manggis sirih raja. Menurut pantauan, peserta pelatihan yang direkomendasi dari Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan ESDM Kabupaten Karimun yang terdiri dari Dekranasda, RKB, Rumah Kreatif, PKK, dan IIKT terlihat antusias mengikuti pelatihan yang digelar selama empat hari tersebut.

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva