Bawa Bolu Sabu Seharga 1 Miliar, Pria Ini Ditangkap Aparat Bea dan Cukai Batam

Batam, beritakarimun.com – Petugas bea dan cukai bandara internasional Hang Nadim Batam kembali berhasil menggagalkan aksi penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1.018 gram, Minggu (6/5) dari seorang calon penumpang pesawat lion air yang berencana terbang dari Batam dengan tujuan Lombok.

Penumpang yang diketahui bernama Samsul Bahri (35th) asal kota Medan ini diketahui selalu mulus dalam melakukan penyeludupan sabu.

Modus yang dilakukan Samsul terbilang unik, pelaku menyelundupkan sabu-sabu di kue bolu yang dikemas dalam kotak berukuran kecil dan besar.

Menurut kepala bidang bimbingan kepatuhan dan layanan informasi(BKLI) kantor bea dan cukai kota Batam,Raden Evy Suhartantyo mengatakan,calon penumpang pesawat lion ini hampir saja lolos dari petugas penjagaan mesin pemindai X-ray pintu masuk bandara Hang Nadim,namun petugas bea dan cukai yang mencurigai sejumlah kotak kue yang bertuliskan ole-oleh batam ini untuk dilakukan pemeriksaan langsung secara fisik.

“Sebelumnya petugas bea cukai melihat image X-ray terhadap kue bolu milik calon penumpang yang diselipkan narkotika seberat 1 kilo gram lebih,dengan perkiraan harga barang tersebut saat dipasarkan seharga 1 milyar,”ujar Evy Suhartantyo.

Hingga akhirnya berdasarkan hasil pemeriksaan fisik terhadap sejumlah kotak kue bolu ditemukan sabu-sabu yang diduga diperoleh pelaku samsuldari salah satu bandar yang masih dalam pencarian dan pengejaran kepolisian.

Evy menambahkan kemasan bening sebanyak 4 bungkus kristal bening yang disembunyikan didalam kotak kue tersebut rencana nya akan dibawa ke wilayah Lombok untuk diserahkan pada pemesan.

Sementara tersangka nekad melakukan pekerjaan kurir narkotika ini lantaran tergiur dengan upah yang diberikan bandar setiap melakukan aksi penyelundupan.

Hingga kini tersangka beserta barang bukti narkotika jenis shabu seberat 1018 gram diserahkan pada kepolisian polresta barelang batam untuk ditindaklanjuti pemeriksaan dan penyelidikan guna mengungkap jaringan narkotika.

 

 

Reporter: Agus Siswanto
Editor     : Codet carladiva