Perempuan Karimun Harus Menjadi Perempuan Terdidik

Karimun, beritakarimun.com – Bupati Karimun Aunur Rafiq berharap, perempuan Kabupaten Karimun dapat mengamalkan pesan utama dari perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk menjadi perempuan terdidik.

Harapan tersebut dituangkannya dalam amanatnya saat menjadi Inspektur Upacara dalam rangka memperingati hari Kartini ke 139 yang disejalankan dengan peringatan Hari Nelayan Nasional ke 58 serta upacara 17 hari bulan di halaman Kantor Bupati Karimun, Senin (23/4) pagi.

“Kartini adalah sosok perempuan yang dengan pendidikannya di keraton dan sekolah eropanya mampu berpikir progresif, yaitu bahwa tak seharusnya sosok perempuan hanya berkutat pada kasur dapur dan sumur. Kartini merasa risau dengan adat budayanya yang memaksa perempuan yang menginjak usia remaja harus menjalani pingitan dan dikurung di dalam rumah serta diputuskan aksesnya terhadap masyarakat luar,” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq dalam amanatnya.

Rafiq juga mengatakan dalam hal ini mungkin tidak asing bahwa R.A Kartini sering di eluh-eluhkan sebagai emansipator yang mengusung konsep kesetaraan.

“Kiranya hari Kartini bukan hanya tentang menjadi apa yang laki-laki bisa capai, melainkan tentang kesetaraan agar dapat menjadi manusia beradab dengan mendapatkan kesempatan yang setara untuk memperoleh pendidikan. Kiranya menjadi perempuan terdidik adalah pesan utama dari perjuangan kartini. 21 april merupakan simbol dari perjuangan kartini dalam melawan dan melepaskan diri dari feodalisme yang dinilai mengekang hak-hak perempuan. Semoga kita secara bersama dapat meneruskan estafet perjuangan Kartini dengan berusaha menjadi perempuan terdidik yang mampu mendidik generasi bangsa melalui peradaban yang lebih beradab,” ujar Rafiq.

Dalam upacara tersebut terlihat berbeda dengan upacara biasanya, seluruh petugas upacara didominasi oleh petugas wanita, baik dari komandan upacara, pengibar bendera, pembacaan naskah Undang-Undang, pembacaan Korpri hingga pembacaan sejarah R. A Kartini.

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva