Wakil Bupati Karimun Tinjau Pengelolaan Padi

Kundur, beritakarimun.com – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karimun Muhammad Affan meninjau Kawasan Bioindustri Padi di wilayah perbatasan di Desa Teluk Radang Kecamatan Kundur Utara, Senin (26/03).

Dengan tumbuh dan berkembangnya pengelolaan beras asli Kabupaten Karimun, membuat Wakil Bupati Karimun terlihat bersemangat untuk terus mendukung para petani agar hasil-hasil pengelolaan petani Kabupaten Karimun khususnya petani Desa Teluk Radang semakin berkembang.

“Pemerintah selalu mendukung secara penuh pengelolaan pertanian khususnya dibidang pengelolahan padi. Secepatnya kita akan memberikan bantuan minyak dan dana oprasional sesuai kemampuan pemerintah dalam pengelolahan perbaikan tanggul di teluk radang agar sehingga lahan padi yang kita miliki berhasil panen,” ungkap Anwar.

Anwar berharap, apapun hal yang terlihat sulit dengan keterbatasan saat ini, para petani dapat bersama-sama untuk tetap bersemangat mengembangkan pengelolaan beras meskipun gabahnya sebagian didatangkan dari daerah luar.

“Kedepan kita akan berupaya memberikan bantuan, Diharapkan kepada Dinas terkait dan Camat untuk membantu merealisasikan kebutuhan yang diperlukan pada perbaikan tanggul perairan di teluk radang sehingga nantinya kita bisa mengola beras dari gabah lahan sendiri,” ujar Anwar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karimun, Muhammad Affan saat dihubungi reporter beritakarimun.com, Selasa (27/3) siang mengatakan, pihaknya sengaja membeli gabah dari luar daerah karena di Kabupaten Karimun belum memiliki lahan yang siap.

“Kita hanya memiliki lahan sekitar 270 hektar, sekarang baru ada 100 hektar, kita baru akan memulai mencoba kembali dengan menggunakan anggaran APBD perubahan 2018 untuk menambah menanam lagi 50 hektar. Selama ini kita memang sempat beberapa kali gagal, meskipun kita membeli gabah dari Pelalawan agar mesin penggiling yang merupakan bantuan dari kementerian pusat 2017 lalu tetap beroperasi, namun bukan berarti kita berhenti menanam padi, kita tetap tanam juga cuma kendalanya kita kan tidak ada sumber air, makanya cuma sekali setahun. Kemaren pernah mengusulkan sumur bor, tapi hasil uji geolistrik di bawah permukaan tanah kita tidak ditemui sumber air jadi gagal, PU sempat bangun irigasi bendungan, namun gagal juga, gagal lelang. Paling tidak Sistem pompalisasi yang saat ini kita usulkan, sehingga dalam setahun kita bisa tanam 2 kali,” ungkap Affan.

Affan juga mengatakan, meski petani lokal sudah sering berhasil, namun hasilnya juga relatif kecil.

“Kalau petani memang sering berhasil, namun hasilnya dengan jumlah yang relatif kecil paling mereka menanam seluas 20 hektar yang menghasilkan 60 ton beras saja, namun kita coba tanam 50 hektar tahun ini, dengan menerapkan teknologi pertanian yang lebih baik, mudah-mudahan dapat mencapai 5 ton dalam 1 hektar, paling tidak 250 ton kita punya target pertahun. Lahan kita banyak, mudah-mudahan satu dua tahun kedepan kita bisa liat hasilnya. Kita sudah bantu pupuk bibit kelengkapan untuk mereka, Saya akan serius kesitu karena salah satu target kita di pertanian padi itu harus meningkat. Tapi memang tidak seperti membalikkan telapak tangan perlu dorongan oleh semua pihak,” ujar Affan.

Dengan tinjauan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim tersebut, merupakan sebagai bentuk persiapan launching pengelolaan beras yang akan dilakukan langsung oleh pemerintah daerah bersama kementrian pusat pada awal April 2018 mendatang, yang mana akan menghasilkan pengelolaan beras dengan menggunakan gabah yang sebagian dari lokal dan sebagian lagi dari Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan.

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva