Akibat Kemarau, Daya Beli Pupuk oleh Petani Menurun

Karimun,beritakarimun.com – Sejak dua bulan terakhir, daya beli berbagai jenis pupuk oleh petani di Kawasan Meral Barat terbilang menurun, angka penurunan yang terjadi terbilang cukup tinggi yakni mencapai 62,5 persen.

Penurunan angka tersebut merupakan kalkulasi berdasarkan dari total daya jual oleh Samudi salah satu distributor pupuk di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat.

Samudi menyebutkan dalam sebulan saat ini hanya mampu menjual sekitar 25-30 karung pupuk, hal tersebut dikatakan menurun drastis jika dibanding dalam kondisi normal yakni mencapai 40-45 karung setiap bulannya.

“Biasanya kalau normal itu bisa sekitar 45 karung terjual, tapi sekarang paling banyak hanya 25 karung yang bisa terjual setiap bulan,” ujar Samudi kepada beritakarimun.com, Kamis (22/3).

Samudi juga mengatakan, faktor kemarau menjadi alasan utama penurunan daya beli pupuk oleh para petani di Kawasan Meral Barat.

“Kondisi kemarau gini daya beli petani sangat menurun, apalagi kalau pagi disiram sore udah kering, Bagaimana bisa Produktif,” Ujarnya.

Mengenai harga jual, Samudi menjelaskan, Saat ini tidak terjadi kenaikan yang signifikan, dari berbagai jenis pupuk yang dijual diantaranya Pupuk dasar TSP Rp. 8.000/kilogram, Boron Rp. 11.000/Kilogram, Mutiara Rp. 11.500/Kilogram, MPK Rp. 11.000/Kilogram, Pupuk bunga Rp. 12.000/Kilogram, Tawon Rp 12.000/Kilogram, Pupuk SS Rp. 8000/Kilogram,Pupuk Urea Rp. 7.500/Kilogram, Pupuk MPK Merah Rp. 11.000/Kilogram, Magnum Rp. 12.000/Kilogram.

“Mengenai Harga tidak ada kendala yang signifikan, semua masih normal seperti biasa,” tutup Samudi.

 

 

 

 

Reporter: Khairul
Editor     : Codet carladiva