Kejaksaan Hadirkan Piston Barbers di SMP Negeri 1 Kundur Barat

Kundur, beritakarimun.com – Pihak Kejaksaan Negeri Karimun cabang Tanjung Batu Kundur, Selasa (20/3) pagi memanjakan para siswa SMP Negeri 1 Kundur Barat, berupa potong rambut gratis dengan mendatangkan Piston Barbers dari Batam, Hal tersebut dalam program ‘Jaksa Masuk Sekolah’penyuluhan hukum.

Didatangkannya Piston Barbers dari batam oleh pihak kejaksaan Karimun cabang Kundur diketahui bertujuan untuk membuat para siswa bersih dalam penampilan sehari-hari.

“Kita sengaja mendatangkan Piston Barbers Batam untuk menghadiahkan kepada para siswa agar dapat merapikan rambutnya secara gratis, seperti yang kita ketahui bersama, terkadang ada murid yang kurang rapi sehingga kita sediakan ini dengan cuma-cuma, ini sebagai bentuk perhatian kita pada saat Jaksa masuk sekolah. Namun menurut kasat mata, alhamdulillah para siswa sudah banyak yang terlihat rapi,” ungkap Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Karimun di Tanjung Batu, Aji Satrio Prakoso saat dikonfirmasi usai penyuluhan.

Sebelum dilakukan pemangkasan rambut kepada siswa, Pihak Kejaksaan Negeri Karimun cabang Tanjung Batu melakukan penyuluhan tentang hukum dan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi para pelajar.

Baca Juga: Jaksa Masuk Sekolah, Pelajar Kundur Harus Melek Hukum

Sementara, Kasubag Bantuan Penyuluhan Hukum dan Ham Sekretariat Daerah Kabupaten Karimun, Desi Susilawat mengatakan, ini merupakan kunjungan oleh pihaknya yang juga ikut bekerja sama dengan pihak kejaksaan untuk melakukan penyuluhan.

“Ini merupakan sekolah ke 20 yang kita kunjungi untuk melakukan penyuluhan, tahun kemarin terdapat 17 sekolah sedangkan pada tahun ini baru terhitung 3 sekolah, sejauh ini kita tidak menemukan kendala dalam memberikan penyuluhan, hanya saja antusias para siswa yang tentunya beragam, kita memang tidak hanya mengharapkan pembelajaran yang diberikan dari sekolah saja, sebagai pemerintah juga kita musti turun tangan untuk melakukan pencegahan sehingga para siswa sejak dini musti berhati-hati jangan sampai terjerat oleh permasalahan hukum,” ujar Desi.

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva