Pemkab Karimun Dukung Pembangunan Wisata Mangrove di Sawang

Kundur,beritakarimun.com – Pembangunan Hutan taman wisata Mangrove yang terletak di Sawang, Kecamatan Kundur Barat terus digulir oleh pemerintah Kabupaten Karimun.

Objek wisata tersebut disebut-sebut akan bernilai bagi pendapatan daerah Kabupaten Karimun karna dapat menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah.

Pembangunan Hutan Wisata tersebut dilaksanakan dengan menggunakan dana Desa di Sawang, Kecamatan Kundur Barat.

Bupati Karimun Aunur Rafiq sangat mengapresiasi dan mendukung pembangunan dalam pengelolaan hutam mangrove tersebut. Bahkan Rafiq langsung meninjau lokasi yang masih dalam proses.

“Saya sangat mendukung pembangunan wisata ini, kedepannya nanti bisa menjadi tempat wisata Hutam Mangrove di Kabupaten Karimun. Ini dibangun menggunakan dana desa,” ujar Aunur Rafiq, Selasa (13/3) di lokasi hutan wisata Mangrove.

Lokasi Hutan Wisata dalam proses pengembangan itu berjarak sekitar 5-6 kilometer dari Kantor Camat Kundur Barat. Wisatawan dapat menempuh jarak dengan memakan waktu 20 menit dari kantor camat Kundur Barat.

Saat ini, Akses jalan berupa kontruksi jembatan kayu telah diselesaikan sepanjang 150 meter menuju kedalam hutan Mangrove, sisa akses jalan selanjutnya sejauh 300 meter masih terus akan di genjot oleh pemerintah dalam proses pembangunannya.

“Saat ini sudah 150 meter yang telah terselesaikan, dan sisa akan dibangun masih 300 meter lagi,” ujar orang nomor satu di Bumi Berazam itu.

Selain itu, Bupati Rafiq juga menyebutkan, Pemerintah Karimun juga akan melakukan pembangunan terhadap akses jalan menuju hutan Mangrove tersebut yang saat ini masih dalam kondisi jalan tanah.

“Selanjutnya, kita bersama dewan akan merencanakan pembangunan untuk akses jalan kedalam,” tuturnya.

Suasana Alami masih terasa sangat Asri dan kental, angin laut yang selalu berhembus membuat nyaman bagi pengunjung nantinya.

Didalam hutan, pengunjung dimanjakan dengan pemandangan alam, dengan berbagai jenis satwa dilindungi seperti burung, trenggiling, dan lainnya.

Ia juga meminta, terhadap objek wisata tersebut agar dikelola oleh Badan usaha milik Desa (BUMDES) untuk memaksimalkan pengelolahannya.

 

 

Reporter: Khairul
Editor     : Codet carladiva