Waspada Rock Melon Masuk Ke Karimun, Wabup Anwar Turun Ke Pasar

Karimun, beritakarimun.com – Terkait adanya kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes didalam buah Rock Melon Australia hingga mengakibatkan empat orang meninggal dunia menjadi kekhawatiran Pemerintah Daerah kabupaten Karimun Kepulauan Riau.

Mendengar kabar tersebut, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim bersama Kepala Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perdagangan, Satpol PP dan Karantina Karimun langsung memonitoring ke pasar dan kios-kios buah yang ada di Kabupaten Karimun.

Berdasarkan Surat Agriculture Counsellor Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada 3 Maret 2018, Kementrian merespons hal ini dengan menerbitkan keputusan menteri pertanian nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018 tentang penutupan pemasukan.

Tindakan ini sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen buah-buahan di Indonesia dan antisipasi terjadinya kejadian yang sama di Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi poin utama dalam keputusan ini. Antara lain, penutupan pemasukan rock melon yang berasal dari Negara Australia ke dalam wilayah Republik Indonesia. Juga penutupan pemasukan diberlakukan terhadap rock melon (cantaloupe) yang dikirim dari Australia sejak 3 Maret 2018. Ketiga, pengiriman baik dilakukan secara langsung maupun transit di negara lain harus dibuktikan dengan bill of lading (B/L) atau airway bill (AWB) dan cargo manifest, Keempat pemasukan rock melon ke dalam wilayah Indonesia yang dikirim dari Australia sejak 3 Maret 2018 dilakukan tindakan penolakan dan/atau pemusnahan. Tindakan penolakan dan/atau pemusnahan juga dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Karantina tumbuhan.

Baca Juga: Kementerian Pertanian Cegah Rock Melon Australia Masuk Indonesia

“Meski saat ini menurut peraturan barang-barang dari luar negeri tidak diperbolehkan masuk ke kita, namun kita berupaya mensterilkan barang-barang yang ada dipasaran kita dari bakteri yang dapat merugikan masyarakat kita, terlebih wilayah kita merupakan wilayah perbatasan yang besar kemungkinan bisa dengan mudah dimasuki barang-barang dari luar negeri. Ini yang kita antisipasi, kita tentunya menindaklanjuti surat dari Menteri Pertanian RI pada tangga 5 maret 2018 lalu, yang meminta kita untuk mewaspadai buah melon yang beredar dipasaran, kita pastinya tidak mau terjadi apa-apa dengan masyarakat kita, kita berupaya menyelamatkan kesehatan masyarakat. Namun Alhamdulillah menurut pantauan kita tidak terdapat buah melon yang diambil dari Australia, melon yang beredar di pasaran kita merupakan melon lokal tanaman dari wilayah Indonesia yang masih tetap menjadi pilihan,” ungkap Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Kamis (8/3).

 

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet Carladiva