Pusat Latihan Seni Pelangi Budaya Selalu Tampil Memukau di Karimun

Karimun, beritakarimun.com – Kabupaten Karimun Kepulauan Riau ternyata memiliki banyak kekayaan, salah satu diantaranya yaitu kaya akan karya seni, baik itu seni tari, seni musik maupun seni-seni lainnya.

Pantauan lensa beritakarimun.com adanya sekelompok penari yang terlihat sangat energi yang bisa menyajikan suatu tarian hebat meski diketahui dengan waktu latihan begitu singkat.

“Sangat menakjubkan, tentunya Kabupaten Karimun sangat bangga karena memiliki aset para penari baik dari yang Kecil-kecil hingga yang remaja yang mampu menyajikan suatu persembahan yang luar biasa cepatnya,” ucap Camat Meral Irwan Dinovri, Selasa (27/2) sore.

Orang nomor satu di kantor Camat meral tersebut memberi apresiasi kepada para penari Pusat Latihan Seni (PLS) Pelangi Budaya Studio pada malam pembukaan dan penutupan MTQ di Kecamatan Meral Kabupaten Karimun.

“Anak-anak penari ini memang hebat, saya sangat salut karena mereka selalu memberikan saya kejutan yang luar biasa, awalnya saya hanya pakai mereka pada malam pembukaan MTQ Kecamatan Meral saja, namun pada malam kedua MTQ saya meminta tim dari sanggar Pelangi Budaya untuk kembali mengisi persembahan pada malam ketiga yang merupakan malam penutupan, awalnya saya juga khawatir takutnya mereka tidak sempat karena menurut laporan, mereka belum ada garapan tarian. Namun karena saya yakin terlebih mereka memiliki koreografer yang memang membidangi hal tersebut, maka saya tetap berkeras hati meminta mereka untuk kembali tampil pada malam penutupan. Dan hasilnya ini memang sebuah kejutan, mereka memang anak-anak hebat. Karimun pasti bangga karena memiliki anak-anak yang bisa terjun kilat pada dunia seni.” ujar Irwan.

Syifa, salah seorang murid penari dari PLS Pelangi Budaya Studio berumur 8 tahun yang diminta tampil pada acara penutupan MTQ Kecamatan Meral mengaku hanya sekali latihan sebelum tampil acara penutupan MTQ tersebut.

“Iya, Syifa baru sekali ikut latihan sebelum tampil acara penutupan MTQ, waktu itu syifa sekolah, tak bisa libur karna ada ulangan di sekolah, jadi syifa baru bisa latihan jam 4 sore sepulang sekolah, trus malamnya langsung tampil. Syifa suka nari makanya syifa bisa gampang hapal, waktu itu pelatih dapat infonya mendadak, tapi karena kita udah biasa tampil dadakan jadi menurut kita mudah,” ungkap Syifa kepada beritakarimun.com.

Sementara itu, Ahadian Zulseptriadi yang merupakan Koreografer sekaligus pemilik sanggar Pelangi Budaya Studio mengatakan, dirinya memang selalu memberikan pelatihan-pelatihan khusus kepada murid-muridnya sehingga bisa memiliki mental yang kuat.

“Saya sebagai pelatih sangat bersyukur memiliki anak didik yang sudah siap menerima apapun yang kita berikan, sehingga kita tidak butuh waktu lama untuk proses latihan, mereka memang menakjubkan, saya memang mendidik mereka sesuai apa yang telah saya pelajari saat saya berada dilingkungan Batavia Dance Jakarta dan menimba ilmu di IKJ. Kami akan berupaya membuat para pemesan merasa puas dengan penampilan yang kami tunjukkan,” ujar Ahadian.

 

 

Reporter: Nichita Bella
Editor     : Codet carladiva