Gunakan Jaring Trawl di Perairan Kepri, Kapal KM Sunrise Glory Ditangkap

Batam, beritakarimun.com – Kapal patroli pangkalan utama angkatan laut Tanjung Pinang berhasil menangkap kapal KM.Sunrise Glory berbendera Taiwan (7/2) yang diduga melakukan kegiatan ilegal fishing di wilayah perairan selat Philip,provinsi Kepulauan Riau.

Kapal patroli KRI Sigurot- 864 yang dikomandoi Mayor Arizzona sedang melakukan patroli sekitar pukul 14.10 WIB mendeteksi kapal milik negara asing tersebut sedang melakukan aktivitas di perairan Selat Philip perbatasan perairan Singapura dan Batam.

Saat ditangkap kapal patroli posisi kapal KM.Sunrise Glory pada posisi 01 05,291 U – 103 44,870 T perairan wilayah Kepulauan Riau.

Dalam konfrensi pers yang digelar dipelabuhan Batu Ampar Batam, Kamis (8/2), komandan pangkalan utama angkatan laut IV,Laksamana pertama.Ribut Eko Suyatno menjelaskan,saat ditangkap kapal KM. Sunrise Glory tidak memiliki sama sekali dokumen resmi yang dibawa saat berlayar,kapal memiliki spesifikasi GT.70 dengan jenis kapal merupakan kapal ikan,memiliki anak buah kapal sebanyak 4 orang dan di nahkodai Chen Chung Nan warga negara Taiwan.

“Berdasarkan pemeriksaan TNI AL tujuan kapal KM.Sunrise Glory yaitu Malaysia-Taiwan,saat diperiksa dipalka bawa kapal muatannya kosong,namun dikapal ditemukan jaring trawl, “Ujar Ribut Eko.

Eko juga menambahkan saat petugas memeriksa soal kelengkapan administrasi berupa surat seperti dokumen Kapal ,stiker barcode,sertifikat kecakapan Nahkoda,sertifikat KKM,surat pelunasan pungutan pajak perikanan seluruh nya tidak dimiliki.

Dalam modus nya kapal KM.Sunrise Glory kerap diduga berubah nama dan bendera saat measuki teritorial negara persinggahan nya.

Dari hasil penyidikan petugas TNI AL bahwa kapal KM.Sunrise Glory pernah berubah nama yaitu Panthom Ship,saat berlayar di wilayah Singapura mengibarkan bendera singapura,dan berubah nama lagi menjadi KM.Sun De Man-66 .

“Aktivitas kapal ini juga diduga bukan saja melakukan illegal fishing,tapi kapal ini juga diduga kuat digunakan membawa narkoba dengan modus ship to ship,” ungkap Eko.

Hingga kini kapal milik warga negara asing ini dibawa kedermaga pelabuhan batu ampar batam dengan penjagaan ketat TNI AL.

Untuk sementara pihak Danlantamal IV masih terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap nahkoda dan 4 anak buah kapal tersebut,untuk pelanggaran pihak penyidik TNI AL masih menjerat dengan pasal 302 ayat 1 jo 117 ayat 2 UU no 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

 

 

Reporter: Agus Siswanto
Editor     : Codet Carladiva