Alamak! Sepasang Suami Istri Yang Digerebek Warga Karimun Ini Ternyata Kakak Beradik Kandung

Karimun,beritakarimun.com – Perasaan cinta bisa dialami oleh siapa saja. Namun, apa jadinya hal itu berlaku bagi sepasang kekasih yang memiliki ikatan darah alias saudara kandung. Hal ini terjadi di Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau.

Layaknya pasangan bahagia, Arman dan Siti warga Kampung Bukit Cincin (Paya Cincin), Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral diketahui telah menjalin hubungan terlarang (Incest) selama belasan tahun, bahkan. Informasi yang beredar dari hasil hubungannya sedarah itu saat ini mereka telah memiliki dua orang anak.

Hal itu menuai respon keras dari warga sekitar. Didampingi ketua RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas puluhan warga mendatangi kediaman Arman sebagai bentuk penolakan atas hubungan terlarang itu, warga mengkhawatirkan dapat menimbulkan ketidaknyamanan di tengah-tengah masyarakat.

Siti merupakan adik ketiga dari lima bersaudara Arman. Diketahui mereka telah tinggal bersama selama belasan tahun di Karimun sejak 2003 lalu.

“Kita minta tadi supaya mereka untuk tidak berada di Karimun ini lagi, Karena hal ini sudah berlangsung lama, apalagi ini kakak beradik,” Ucap Salah seorang warga Kampung Bukit Cincin, Kelurahan Sungai Raya, Dohar Harahap, Jum’at malam (9/2) dikediamannya.

Dohar menceritakan, dihadapan para warga ia mengakui bahwa wanita tersebut merupakan adik kandungnya.

“Dia tadi ngaku kalau itu adalah adiknya, dan itu saksikan oleh masyarakat termasuk Ketua RW, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa,” Ujar Dohar.

Dalam kesehariannya Arman terbilang menutup diri, ia jarang bersosialisasi bersama warga sekitar. Dihadapan masyarakat Arman mengaku membpunyai keahlian sebagai orang pintar (Dukun/Praktek) dan membuka praktek di kediamannya.

Kapolsek Meral AKP Saiful Badawi saat dikonfirmasi reporter beritakarimun.com tentang hal tersebut mengatakan, dari hasil kesepakatan bersama pihak terkait pria tersebut diminta untuk meninggalkan Karimun agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Tadi dari hasil kesepakatan pria itu diminta untuk meninggalkan Karimun, tadi didampingi pihak RT/RW, lurah dihantarkan kepelabuhan untuk pergi menggunakan kapal roro menuju Tanjung Buton,” ungkap Badawi.

AKP Badawi juga menambahkan, dari pengakuannya mereka telah menikah sirih, keduanya sudah bersama sejak tahun 2001 silam.

“Mereka hanya mengakui nikah sirih, buku nikah tidak ada, artinya keabsahan menikah itu diragukan, dan kakak beradik ini sudah hidup hersama sejak tahun 2001,” tutup Badawi.

Reporter: Tim
Editor     : Codet Carladiva