Januari 2018, KPPBC Karimun Lakukan Lima Penegahan

Karimun,beritakarimun.com – Kantor Pengawasan dan Pelayana Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun telah melakukan lima kali penegahan sepanjang Januari 2018.

Dari kelima penegahan itu, KPPBC tidak menemukan satupun pemilik barang tegahan tersebut. Hal itu diketahui saat Rilis penegahan sepanjang tahun 2018 yang digelar di Aula KPPBC TMP B TBK, Selasa (23/1).

“Kita lakukan lima kali penegahan sejak awal Januari,” ucap Kepala Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea cukai Tanjung Balai Karimun Benhard Sibarani, Selasa (23/1).

Penegahan pertama dilakukan pada pada Minggu (7/1) terhadal Barang Kena Cukai (BKC) berupa 12 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) golongan B merl Gingseng dan 12 botol merk SL. Minuman berakohol 19 persen itu ditemukan di pelabuhan Domestik Tanjungbalai Karimun. Adapun perkiraan nilai barang sekitar 1.200.000 dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 487.000.

Sementara, penegahan kedua dilakukan tim P2 KPPBC Tanjungbalai Karimun mengamankan sebanyak 40 kaleng bir merk Tiger dan 20.000 batang rokok khusus kawasan bebas merk Ina Bold. Barang larangan atau pembatasan tersebut juga diamankan di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun. Adapun perkirakan nilai barang sekitar Rp 11.936.000 dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 7.547.000.

Penegahan ketiga dilakukan di Pelabuhan Kolong, Kelurahan Sei Lakam pada Senin (15/1) terhadap 609 karung pakaian bekas dengan perkiraan nilai barang sekitar Rp 121.800.000. Meski ditangkap di sebuah kapal, namun petugas tidak menemukan pemilik barang ataupun kru kapal.

“Kita sudah menunggu semalaman tapi tidak ada yang datang,” ungkap Anggota Seksi P2 KPPBC Tanjungbalai Karimun, Jangka.

Selanjutnya tim P2 KPPBC Tanjung Balai Karimun menegah sebanyak 32.000 batang rokok khusus kawasan bebas merk Bro Mild dan 120 kaleng minuman MMEA. Penegahan keempat ini kembali dilakukan di Pelabuhan Domestik Tanjung Balai Karimun. Perkiraan nilai barang tersebut sekitar Ep 14.240.000 dengan potensi kerugian negara sekitat Rp 13.354.800.

Untuk penegahan kelima terjadi Minggu (21/1) di perairan Selat Durian Tanjung Balai Karimun. Adapun barang larangan atau pembatasan yang diamankan petugas berupa dua colly atau 101 kotak asesoris ponsel, dan 18 colly atau 115.360 batang rokok kawasan bebas berbagai merk. Perkiraan nilai barang yang ditegah ini sekitar Rp 100.503.700 dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 48.043.548.

Jangka menjelaskan penegahan terakhir dilakukan pihaknya setelah mendapatkan laporan mengenai dugaan tindak penyelundupan menggunakan kapal ferry penumpang.

“Jadi kita kejar dan berhentikan kapalnya. Saat dicari pemiliknya tidak ditemukan,” tutup Jangka.

 

 

Reporter : Khairul
Editor      : Codet Carladiva