Kadin Indonesia Gelar Rapimnas Ke 2 di Batam, Inilah Agendanya

Batam, beritakarimun.com – Rapat pimpinan nasional (Rapimnas II) Kadin tahun 2017 digelar dari tanggal 13-14 Desember 2017 di Kota Batam,Provinsi Kepulauan Riau,kegiatan Rapimnas ke-2 ini dilaksanakan di hotel Radisson Batam Center,dengan agenda pembahasan menyoroti pembangunan daerah dan sumber daya manusia,sekaligus untuk menyusun program kerja Kadin di tahun 2018.

Rapimnas Kadin ini di buka oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani yang dihadiri sejumlah pengurus teras dari Jakarta,rencana hari ini (14/12) pembukaan Rapimnas dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani,Menteri tenaga kerja,Menteri desa tertinggal,Menteri perindustrian dan di hadiri Gubernur serta 6 dirjen dari kementerian.

“Selain dihadiri sejumlah menteri pada acara Rapimnas kedua,besok malam acara Rapimnas akan ditutup oleh wakil presiden Jusuf Kalla, “jelas Rosan.

Menurut Ketum Kadin Indonesia,Rosan P.Roeslani mengatakan Rapimnas kedua ini mengambil tajuk ” Membangun Daerah dengan Meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk Memajukan Perekonomian Indonesia yang Berkeadilan.

Rosan menambahkan,Kadin melihat pertumbuhan perekonomian itu akan tumbuh berkualitas jika manusianya juga berkualitas.Selain itu Rosan juga melihat pertumbuhan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa saja, tetapi harus Indonesia secara luas.

Menurut Rosan, ketimpangan ekonomi masih terus mewarnai perekonomian nasional dan daerah, Oleh karena itu ia akan mencoba menyelaraskan pertumbuhan secara seimbang.

“Kita akan mencoba menyelaraskan pertumbuhan secara seimbang,”ujar Rosan di Konferensi Pers Hari Pertama Rapimnas Kadin di Radisson Hotel Batam, Rabu (13/12)

Secara nasional, Indeks Gini Ratio tahun 2016 dan 2017 masih berkisar diantara 0,40- 0,41 dan di daerah berkisar 0,33-0,41 sementara itu dalam kurun waktu 2016-2017,perkembangan ekonomi Indonesia masih dalam trend positif dan stabil.

Berdasarkan data Tahun 2015, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,88%, 2016 naik menjadi 5,02% dan tahun 2017 diperkirakan mencapai 5,1%,Meskipun secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik,namun capaian pertumbuhan yang berada di kisaran 5% itu tidak cukup mampu untuk menyerap kebutuhan angkatan kerja baru yang setiap tahunnya mencapai 2 juta orang,Kadin akan terus mendorong pelaksanaan program pendidikan vokasi agar angkatan kerja yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri dan menjadi tenaga kerja siap pakai.

“Kita full commitment dengan hal pendidikan vokasi, digital economy,ketenagakerjaan juga,ini yang akan menjadi fokus fokus perhatian kita,”Ujar Rosan selaku Ketua Pelaksana Rapimnas Kadin 2017.

Rapimnas Kadin yang kedua ini akan diikuti sedikitnya 1.000 orang peserta terdiri dari segenap Jajaran Dewan Pengurus Kadin Indonesia, Kadin Provinsi, Kadin Kabupaten/Kota, hingga Asosiasi/Gabungan/Himpunan bisnis.

Selain itu melibatkan kalangan pelaku usaha, Rapimnas Kadin juga akan melibatkan kalangan pemerintah untuk mensinergikan antara program kerja dengan kebijakan pemerintah”kata Rosan.

Disinggung soal pemindahan Ibukota pemerintahan Indonesia yang nama ibukota sudah harus sampai diakhir desember ketangan Presiden RI,Joko Widodo,Ketua Kadin Indonesia Rosan P.Roeslani menjawab bahwa buat para dunia usaha soal pemindahan ibukota negara ke kota luar pulau jawa,pihak dunia usaha akan mendukung pemindahan ibukota tersebut,tentu nya berdasarkan kajian yang tepat.

“Buat kami para dunia usaha tidak ada masalah,jika memang di putuskan pemindahan Ibukota keluar pulau jawa,bahwa dunia akan mendukung,yang terpenting adalah berharap menjadi tempat yang lebih baik,lebih mengedepankan efisiensi pada dunia usaha,dan membawa komunikasi yang lebih baik, “ucap Rosan.

Sementara pemindahan ibukota pemerintahan indonesia keluar pulau jawa,langsung mendapat respon dari civitas akademi universitas batam,Dr.Idham,SH,MKn agar pemindahan ibukota tidak segampang membalikan telapak tangan,mengingat kebutuhan biaya yang cukup besar untuk membangun infrastruktur di ibukota pemerintahan yang baru.

 

 

Reporter : Agus Siswanto
Editor     : Codet Carladiva