Nekad Bawa Sabu di Bandara Hang Nadim, Dua Saudara Ditangkap Bc Batam

Batam, beritakarimun.com – Petugas bea dan cukai Batam mengamankan 2 penumpang tujuan Batam-Surabaya, Selasa (5/12), yang mencoba menyelundupkan narkotika jenis sabu lewat bandara internasional Hang Nadim Batam dengan barang bukti seberat 1.016 gram.

Kedua penumpang pesawat Citilink ini diamankan setelah petugas pengamanan avsec bandara batam mencurigai gerak-gerik penumpang asal Aceh Utara bernama lengkap, M.Isa (29TH) dan Azhar (22TH) saat melewati mesin pemindai X-Ray pintu masuk bandara.

Menurut Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) KPU BC Tipe B Batam, Raden Evy Suhartantyo mengatakan, petugas langsung melakukan pemeriksaan body dan barang bawaan kedua penumpang,hingga akhir nya kedua penumpang tak berkutik saat petugas bea cukai menemukan serbuk kristal bening sebanyak 4 bungkus seberat 406 gram yang disembunyikan didalam sepatu milik Isa.

“Sebelumnya petugas bea cukai memeriksa penumpang atas nama M.Isa dan berhasil menemukan narkotika jenis sabu seberat 406 Gram yang di sembunyikan di sol sepatu, “Ujar Evy.

Evy menambahkan,selanjutnya dilakukan pengembangan oleh petugas bea cukai terhadap penumpang bernama Azhar yang masih merupakan saudara dari M.Isa ,dari hasil penggeledahan petugas menemukan barang narkotika jenis sabu sebanyak 6 bungkus seberat 610 gram yang disembunyikan di sol sepatu yang dipakainya.

Rencana barang haram tersebut akan di hantarkan ke surabaya dengan menumpang pesawat Citilink QG 922 siang ini dengan tujuan Batam-Surabaya.

“Modus menyembunyikan sabu didalam sol sepatu yang dipakai kedua pelaku,selain itu kemasan sabu Azhar sama percis dengan kemasan sabu tersangka pertama M. Isa,jadi jumlah total sabu dari kedua tersangka seberat 1.016 gram,”ujar Evy.

Sementara itu, pengakuan kedua tersangka,mereka bertugas sebagai kurir yang diupah Rp.3 juta per paket sabu yg akan dibawa ke Surabaya.

“Kita hanya bertugas membawa dan menghantarkan sabu tersebut pada seseorang pemesan di Surabaya,upah per paket sabu sebesar 3 juta rupiah, “ungkap Azhar.

Setelah selesai dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan oleh petugas bea cukai,ternyata narkotika tersebut diperoleh dari Malaysia yang masuk ke perairan batam melalui jalur pelabuhan tikus(Illegal) di daerah perairan Nongsa Batam.

Selanjutnya petugas bea cukai batam menyerahkan kedua tersangka ke badan narkotika nasiona provinsi kepulauan riau untuk dilakukan pengembangan guna mengungkap jaringan internasional,untuk tangkapan hari ini merupakan penindakan ke-30 dan 31 selama tahun 2017 ,”tutup Evy.

 

 

Reporter : Agus Siswanto
Editor      : Codet Carladiva