Pupuk Impor Langka di Pasaran Kabupaten karimun, Apa Kata Petani?

Karimun, beritakarimun.com – Pasca Penutupan Kran Impor oleh Pemerintah indonesia, Pupuk asal Malaysia di Karimun mengalami Kelangkaan sejak tiga bulan terakhir.

Langkah tegas pemerintah, Terbukti mampu menutup segala jenis Pupuk Asal negara Malaysia beredar, Khususnya di wilayah Kabupaten Karimun.

“Pupuk Asal Malaysia sudah tiga bulan belakangan sudah mengalami kelangkaan” Ungkap Sumadi Salah satu Distributor pupuk di Kelurahan Darusalam, Selasa (5/12).

Fenomena Kelangkaan pupuk Asal negeri Jiran tersebut terjadi hingga di level Distributor, Maupun Koperasi Unit Desa, Dimana yang tersedia hanya beberapa jenis produk yang umumnya beredar di dalam negeri seperti MPK 1515 (Rp. 11.000/kg), MPK 1616 (Rp.12.000/kg), OREA (Rp. 8000/kg), (MAGNUM Rp. 12.000/kg), TSP Pupuk dasar (Rp. 8000/kg), dan Mutiara (Rp. 12.000/kg).

“Ditempat kita sama sekali tidak ada Pupuk jenis Apapun yang berasal dari luar, bahkan. di KUD juga mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh salah seorang Petani di Kelurahan Darusalam, Kecamatan Meral Barat Zainuri, Kelangkaan pupuk asal Malaysia memang sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, Kendati demikian. Hal itu tidak mempengaruhi hasil tanaman meski hanya menggunakan pupuk jenis MPK.

“Pengaruhnya tidak begitu luas, Hasilnya masih tetap Produktif,” ujar Zainuri.

Para petani juga berharap, Kondisi stabil akan perolehan Jenis pupuk dalam negeri harus tetap terjaga, sehingga Hasil tumbuh kembang Tanaman Pertanian yang baik Khususnya di Kabupaten Karimun dapat tetap terjaga.

“Harapan kita sebagai petani cukup dengan stabil nya saja perolehan produk pupuk dalam negeri sudah cukup,” tutup Zainuri.

 

 

Reporter  : Khairul
Editor       : Codet Carladiva